Ghaza Gelap Gulita, Para Pasien Rumah Sakit Terancam Jiwanya

Senin, 21/01/2008 09:47 WIB | Arsip | Cetak

Kota Ghaza kembali gelap gulita. Generator pembangkit listrik di rumah sakit anak di Ghaza juga hanya mampu bertahan beberapa jam lagi. Warga Ghaza kekurangan pasokan bahan bakar akibat penutupan semua perbatasan oleh rejim Zionis Israel.

Direktur jenderal sumber energi listrik di Ghaza, Derar Abu Sissi mengatakan, sedikitnya 800. 000 warga Ghaza kini hidup tanpa penerangan. "Bencana ini akan berdampak pada rumah-rumah sakit, klinik-klinik kesehatan, sumur-sumur berpompa, rumah-rumah tangga, pabrik dan hampir semua aspek kehidupan di Ghaza, " ujar Abu Sissi.

Dr Medhat Abbas, kepala unit manajemen krisis di kementerian kesehatan mengungkapkan, generator pembangkit-pembangkit listrik di rumah sakit anak al-Nasser hanya mampu bertahan beberapa jam lagi.

"Para pasien dan anak-anak ini sedang menunggu nasib dan akan meninggal, " ujar Abbas.

"Anak-anak baru saja terbebas dari udara dingin di rumah-rumah mereka yang tidak layak... Keluarga mereka membawanya kemari agar bisa dimasukkan ke dalam inkubator, tapi sekarang inkubator dan semua peralatan tidak bisa berfungsi karena ketiadaan listrik. Hukum kemanusiaan macam apa ini?" tandas Abbas.

Bukan hanya anak-anak yang jiwanya terancam karena ketiadaan listrik di rumah-rumah sakit di Ghaza, tapi juga pasien dewasa terutama mereka yang sedang menjalankan perawatan akibat penyakit kanker dan perawatan intensif. Selain itu, persediaan darah dan vaksin terancam rusak karena tempat-tempat penyimpanannya membutuhkan tenaga listrik.

Di sisi lain, menteri luar negeri Israel malah menuding Hamas telah menggunakan bahan-bahan bakar untuk keperluan pabrik-pabrik pembuatan roket. Juru bicara kementerian luar negeri Israel, Arya Mekel juga menuding Hamas sengaja mengeksploitasi krisis kemanusiaan di Ghaza, dengan menutup pembangkit-pembangkit listrik di wilayah itu.

Padahal faktanya, sejak Israel menutup semua perbatasan Ghaza, pasokan bahan bakar ke Ghaza berkurang. Israel memblokade Ghaza dengan alasan untuk menghentikan serangan roket para pejuang Palestina. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang