Grup Menentang Lembaga Fatwa Al-Azhar Hadir di Facebook

Kamis, 07/01/2010 14:55 WIB | Arsip | Cetak

Sekelompok anak muda Mesir meluncurkan sebuah grup pada situs jejaring sosial terkenal "Facebook", grup yang mereka luncurkan mengkampanyekan untuk memboikot Majma' al-Buhuts Islamiyah (lembaga riset Islam Al-Azhar) yang mereka tuduh telah menyimpang dari aturan yang benar dengan mengeluarkan fatwa yang "menghalalkan" pembangunan tembok baja.

Menurut surat kabar "Al-Yaum Sab'a" mengutip pernyataan pendiri grup facebook tersebut menyatakan bahwa grup mereka berjudul "Kampanye Menentang lembaga riset Islam Al-Azhar" dan menurut mereka fatwa dari lembaga Al-Azhar itu penyebab rakyat Gaza terkepung oleh bangunan tembok baja.

Mereka juga mengejek anggota lembaga riset Al-Azhar itu yang tidak rasional dalam mengeluarkan fatwa agama, pendiri grup itu mengatakan:"terowongan-terowongan bawah tanah digunakan oleh warga Gaza untuk menyelundupkan obat-obatan dan kebutuhan pokok, apakah anda akan mengatakan fatwa ini dikeluarkan untuk mencegah masuknya pisau dapur ke jalur Gaza karena ditakutkan akan dipakai untuk membunuh?"

Sebelumnya Majma'al-Buhuts Islamiyah Al-Azhar telah mengeluarkan fatwa pada hari Kamis lalu yang mendukung pembangunan tembok baja antara Mesir dan Palestina dan menyebut orang yang menentang pembangunan tembok tersebut telah melanggar hukum Islam.

Dalam fatwanya itu,lembaga riset Islam Al-Azhar menyatakan bahwa hak setiap negara untuk mengevaluasi wilayah dan menjaga perbatasan mereka untuk menghalangi orang-orang menggunakan terowongan bawah tanah dengan tujuan untuk menyelundupkan narkoba dan yang sejenisnya sehingga akan dapat merusak keamanan wilayah Mesir dan dapat mengancam kepentingan-kepentingan Mesir yang lain, lembaga tersebut juga mengklaim bahwa apa yang dilakukan oleh pemerintah Mesir dengan membangun tembok baja untuk menjaga keamanan wilayahnya - diperintahkan oleh syariat Islam.

Di sisi lain, sejumlah anggota lembaga menyatakan penentangan mereka terhadap fatwa yang mendukung pembangunan tembok dengan mengatakan: "Syaikh Muhammad Sayid Tantawi - Syaikhul Azhar - mengeluarkan fatwa ini secara sendiri dan tidak mengambil pandangan dari kebanyakan anggota Majma'al-Buhuts Islamiyah."(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang