Haaretz: Israel Terlibat dalam Kerusuhan Islam-Kristen di Mesir

Selasa, 05/01/2010 12:29 WIB | Arsip | Cetak

Sumber media Israel pada hari Senin kemarin (4/1) mengungkapkan bahwa adanya keterlibatan pemerintah Zionis dalam kerusuhan sektarian antara umat Muslim dan Kristen di Mesir.

Surat kabar Haaretz mengatakan bahwa Israel menggunakan seorang warga Kanada keturunan Mesir bernama Majid Shafi - untuk menindaklanjuti hak-hak orang-orang Kristen di Timur Tengah, dengan melaksanakan sebuah skema baru yang bertujuan untuk menodai dan merusak citra Mesir pada opini publik dunia.

Haaretz juga menunjukkan bahwa Majid Shafi, yang bergelar "pendeta" itu diterima dengan sangat baik selama kunjungannya ke Israel yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri Israel yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri dari kelompok sayap kanan ekstrimis Avigdor Lieberman.

Syafi selama kunjungannya ke Israel bertemu dengan sejumlah pejabat, termasuk pimpinan Knesset dan Walikota Yerusalem dan pejabat senior Departemen Luar Negeri Israel.

Surat kabar Haaretz mengungkapkan bahwa Syafi pernah dituduh melakukan pelecehan seksual dan melakukan penganiayaan di Mesir, ia kemudian di tangkap oleh aparat keamanan Mesir - ia mengaku mengalami penyiksaan selama di penjara namun bisa melarikan diri ke Israel dan kemudian berimigrasi ke Kanada setelah memperoleh status pengungsi politik sementara di Israel.

Laporan dari surat kabar Haaretz menjelaskan adanya kisah fiktif tentang penyiksaan yang dialami orang Kristen di penjara-penjara Mesir dan kisah sebagian besar tahanan yang melarikan diri dari Sinai dan kemudian menuju ke Israel.

Laporan lain dari Haaretz juga mengungkapkan adanya novel fantasi yang dibuat Syafi tentang perjuangan umat Kristen Mesir yang diduga untuk menarik perhatian dunia atas penganiayaan yang dialami umat kristen Koptik di Mesir.

Namun diakui oleh surat kabar Haaretz bahwa Syafi sendiri sekalipun tidak pernah menyerang Israel, ataupun melakukan kritikan terhadap kekejaman yang dilakukan oleh tentara pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina di wilayah-wilayah pendudukan.(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang