Hakimullah Mehsud Bersumpah Akan Serang AS Dalam Waktu 1 Bulan

Pemimpin Taliban Pakistan Hakimullah Mehsud dalam video terbarunya bersumpah akan menyerang Amerika Serikat dalam waktu satu bulan sebagai aksi balas dendam atas kematian beberapa pemimpin Taliban lainnya.
"Waktunya sudah sangat dekat ketika Fedayeen (umat) kita akan menyerang negara Amerika di kota-kota besar mereka," SITE mengutip pernyataan Hakimullah Mehsud.
Hakimullah Mehsud mengatakan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) akan menyerang Amerika Serikat "yang ditujukan untuk para syuhada dari pemimpin besar Islam kami, termasuk Baitullah Mehsud dan yang dihormati saudara-saudara kami dari Al-Qaidah".
"Insya Allah sangat cepat dalam hitungan beberapa hari atau waktu satu bulan, umat Islam (dunia) akan melihat buah dari serangan yang sukses yang dilakukan oleh sebagian besar Fedayeen kami di Amerika Serikat," kata Mehsud.
Sebelumnya Hakimullah Mehsud diyakini telah tewas dalam serangan pesawat drone AS di sebelah baratlaut Pakistan pada bulan Januari lalu, tetapi baru-baru ini para pejabat intelijen Pakistan mengumumkan bahwa ia telah selamat dari serangan itu.
Para pejabat Pakitsan mengatakan pada waktu itu dia terbunuh dalam serangan rudal AS bersama sedikitnya 10 tersangka Taliban. Dia terluka parah ketika rudal ditembakkan oleh pesawat drone AS yang menyerang sebuah kendaraan di daerah Shktai di perbatasan antara Selatan dan Waziristan Utara.
Hakimullah Mehsud adalah pemimpin kelompok perlawanan, Tehreek-e-Taliban, yang diduga kuat telah terlibat dalam serangan di seluruh Pakistan dan Afghanistan. Dia juga telah dipersalahkan atas pemboman sebuah Badan Pusat Intelijen di Afghanistan timur pada bulan Desember yang menewaskan tujuh orang Amerika.
Sementara itu, video lain yang diduga dari kelompok TTP juga mengklaim bahwa mereka berada di belakang sebuah bom mobil di New York Times Square pada akhir pekan kemarin, tetapi pihak berwenang di New York menolak klaim tersebut.
"Tidak ada bukti bahwa bom ini adalah kaitannya dengan Al-Qaidah atau organisasi teroris besar lainnya," kata Walikota New York Michael Bloomberg.
Pemerintah Pakistan telah mengumumkan hadiah uang tunai sekitar 590.000 dolar untuk penangkapan atau informasi terkait Hakimullah Mehsud, hidup atau mati.(fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Masjid di Somalia Diserang, 45 Orang Tewas
Senin, 03/05/2010 14:11 WIB - Anggaran Fantastis Militer AS
Senin, 03/05/2010 14:09 WIB - Vatikan Akan Adopsi Ritual Yahudi?
Senin, 03/05/2010 12:39 WIB - Pejabat Inggris Kritik Perundangan-Undangan yang Cenderung Anti Islam
Senin, 03/05/2010 11:18 WIB - Obama: Yahudi yang Membentuk Bangsa Amerika
Senin, 03/05/2010 10:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




