Hamas: Presiden Abbas Mata-Mata Israel
.jpg)
Tokoh Hamas Salah al-Bardaweel menuding Presiden Palestina Mahmud Abbas terlibat langsung dalam agresi keji Israel di Gaza dan pembunuhan terhadap sejumlah pimpinan politik Hamas.
Menurut Bardaweel, keterlibatan Abbas dalam bentuk pengerahan mata-matanya ke Jalur Gaza yang kemudian memberikan laporan intelejennya pada militer Israel untuk keperluan strategi serangan ke Gaza.
"Kami menangkap beberapa orang diantara mereka (mata-mata Abbas) sebelum Israel melakukan serangan dan dari mereka kami menemukan sejumlah perencanaan yang menunjukkan posisi rumah para pimpinan Hamas dan tempat-tempat penyimpanan senjata Hamas," kata Bardaweel.
"Mereka (mata-mata Abbas) mengakui kesalahannya dan menyebutkan siapa atasan-atasan mereka dan siapa yang akan memberikan informasi itu ke aparat intelejen Israel guna membantu misi Israel di Gaza," sambung Bardaweel.
Dalam serangan brutal Israel ke Jalur Gaza, Hamas kehilangan seorang pimpinan seniornya yaitu Saeed Siyam yang menjabat sebagai menteri dalam negeri Hamas dan Nabil Amrin serta Nizar Rayan, keduanya adalah komandan Hamas. Israel membombardir rumah dan membantai ketiga tokoh Hamas itu beserta keluarga mereka.
Atas kesyahidan ketiga tokoh Hamas itu, Bardaweel mengatakan bahwa mereka "merupakan penghormatan bagi Hamas dan telah menunjukkan bahwa para pimpinan Hamas tidak bersembunyi di bunker-bunker bawah tanah seperti yang digambarkan oleh mereka yang mencela Hamas."
"Pimpinan-pimpinan kami telah mengorbankan nyawa bersama rakyat mereka dan Hamas tidak akan pernah dikalahkan oleh pemimpin-pemimpin yang menjadi pecundang. Jika ada satu pemimpin yang gugur maka akan ada seribu pemimpin yang siap menggantikan posisi mereka," tukas Bardaweel.
Negara Barat seperti AS, termasuk Israel selama ini memang cenderung mendukung Presiden Palestina Mahmud Abbas, karena Abbas lebih bersikap toleran terhadap tuntutan-tuntutan Israel dan Barat. Abbas pula yang secara sepihak memecat perdana menteri terpilih Ismail Haniyah dari Hamas, setelah Hamas memenangkan pemilu di Palestina. Pemecatan itu memperuncing pertikaian antara faksi Fatah yang dipimpin Abbas dengan Hamas. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Negara-Negara Arab Surati IAEA Soal Persenjataan Israel
Selasa, 20/01/2009 09:26 WIB - KTT Kuwait, Ajang Rekonsiliasi Antar Pemimpin Arab
Selasa, 20/01/2009 08:25 WIB - From Fukuoka with Love, Peace and Freedom for Palestine
Selasa, 20/01/2009 08:12 WIB - Ratusan Ribu Veteran Perang Irak-Afghanistan Jadi Gelandangan
Senin, 19/01/2009 17:28 WIB - Al-Zaidi Minta Suaka Politik ke Swiss
Senin, 19/01/2009 16:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




