Hamas Tidak Akan Pernah Mengakui Israel

Minggu, 24/01/2010 12:26 WIB | Arsip | Cetak

Pemimpin politik Hamas mengatakan bahwa kelompoknya tidak akan mengakui Israel meskipun menghadapi tekanan apapun. Hadir dalam unjuk rasa di ibukota Suriah pada hari Jumat untuk menandai akhir dari serangan Israel di Gaza tahun lalu yang menewaskan 1.400 warga Palestina, Meshaal mengatakan Hamas tidak mau perang lagi dengan Israel, tapi akan tetap berpegang pada perjuangan bersenjata sebagai cara untuk membebaskan tanah Palestina.

"Hamas akan tetap menolak penjajahan Israel dan menolak untuk mengakui keabsahan entitas Zionis. Prioritas akan tetap membangun dan mengembangkan perlawanan," kata Meshaal, yang tinggal di pengasingan di Syria bersama dengan para pemimpin Hamas lainnya.

"Tekanan, pengepungan, godaan dan membuka pintu (negosiasi) atau saluran komunikasi tidak akan membodohi Hamas. Hamas hanya akan bisa luluh oleh Israel jika mereka mengembalikan tanah kami," kata Meshaal.

Meshaal merujuk pada meningkatnya kontak antara Hamas dan delegasi Barat sejak perang Gaza, termasuk pertemuan dengan kelompok AS yang melibatkan Jack Matlock, mantan duta besar Amerika di Moskow.

"Gaza masih terluka '

"Kemenangan Gaza hari ini masih terluka. Rumah-rumah kami masih hancur. Kami masih di bawah pengepungan dan perbatasan masih tertutup. Bahkan bertambahkan dinding baja yang baru," kata Meshaal, mengacu pada bagnunan yang sedang dibangun oleh Mesir di sepanjang perbatasan dengan Gaza untuk menghentikan penyelundupan senjata dan barang ke Gaza.

"Hari ini kita tidak mencari perang, tapi jika perang dipaksakan pada kami, kami akan berjuang mati-matian," kata Meshaal.

Meshaal juga mengatakan bahwa ditangkap tentara Israel Gilad Shalit tidak akan dibebaskan kecuali jika Israel membebaskan ratusan tahanan Palestina.

"Shalit tidak akan pulang sebelum pembebasan tahanan kita," katanya, menyalahkan Israel karena gagal mencapai kesepakatan dalam membebaskan prajurit, yang ditangkap pada bulan Juni 2006 itu. (sa/jzr)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang