Hampanya Remaja Arab Saudi

Malam sudah hampir mencapai pertengahan, dan suasana sunyi memenuhi jalanan besar di antara gurun dan laut, ketika sekelompok anak muda Saudi berkumpul. Jumlahnya ratusan.
Sekitar pukul 01.00 diini hari, jumlahnya sudah tak lagi terhitung, dan mereka berdiri di samping mobil-mobilnya yang mewah dan glamour, saling memandang, dan memberi isyarat, bahwa beberapa polisi masih berpatroli.
Lalu, ketika polisi itu sudah lenyap, suara mesin mobil mulai menyala. Sedetik kemudian, Corvette kuning dan Mitsubishi merah membelas jalanan, digas dengan kencang sekencang-kencangnya. Suaranya meraung-raung, memekakkan telinga dan mengganggu siapapun yang berada di dekatnya.
Pemandangan ini terjadi setiap akhir pekan di Saudi. Bahkan menjadi demikian populer di kalangan remaja Saudi, dan sudah menjadi kompetisi semilegal. Tak jarang, lomba itu membahayakan nyawa mereka sendiri.
Pertumbuhan remaja Saudi meningkat cepat dalam beberapa tahun ini. Celakanya, mereka sepertinya tak tahu apa gunanya bersekolah, karena uang mereka sudah sedemikian melimpah. Sirkuit malam hari ini hanya satu-satunya pelampiasan bagi remaja-remaja Saudi.
Selain itu, bukan sesuatu yang aneh pula mendapati mobil-mobil yang dikendarai oleh remaja Saudi pada malam hari seperti toko musik berjalan, karena mereka memang tak ragu lagu mengumandakan musik-musik hip-hop dan bling-bling dari mobil mereka dengan suara yang menggelegar.
“Mengapa mereka melakukan hal itu?” ujar Suhail Janoudi, 27, seorang sales yang menyaksikan sirkuit gelap itu, “Karena mereka tak punya kegiatan yang lain lagi. Karena jiwa mereka kosong.” Dalam term bahasa Arab yang beredar di Saudi dikenal kata “Tufush” yang artinya kurang lebih mengambil semua risiko dalam hidup. Anak-anak muda Saudi ini sudah tak ubahnya dengan perilaku pemuda-pemuda Negara Barat dan sekuler lainnya. Kecintaan pemuda Saudi terhadap mobil memang sudah dalam tahap pribadi.
Sulaiman al-Shulukhi, 29, misalnya, yang rutin bersirkuit di malam Minggu, sudah mengumpulkan segala jenis dan macam modifikasi untuk mobilnya yang harganya sangat mahal. “Kami menyebutnya ‘Fast and Furious’ dan ‘Death Race’,” ujar Sulaiman, mengacu film terkenal Hollywood yang bertema kebut-kebutan dengan mobil mewah.
Sulaiman mengakui bahwa semua ini sangat gila. Kasus paling terkenal adalah kematian Faisal al-Otaiti, 27 tahun, pada tahun 2005. Mobilnya menyeruduk tiga orang anak kecil yang seketika tewas bersamanya. Toh, kejadian itu tak menghentikan aktivitas malam remaja Saudi tersebut.
Sekitar jam 5.00 pagi, jalanan mulai kembali sepi, dan beberapa saat kemudian mulai dipenuhi oleh kendaraan truk yang mencari penghidupan. Remaja-remaja Arab Saudi itu kembali pulang dengan segala kelelahan, entah melaksanakan shalat Subuh ataukah tidak, apalagi berjamaah di masjid. (sa/wknngslm)
Lainnya (Arsip)
- Hari Jilbab Internasional untuk Mengenang Marwa Al-Sharbini
Selasa, 07/07/2009 10:17 WIB - Histeria Nasyid Vs Derita Umat Islam
Selasa, 07/07/2009 09:59 WIB - Skandal Syeikh Al-Azhar dengan Presiden Israel Mengemuka
Selasa, 07/07/2009 08:52 WIB - Tahukah Anda: Konsep Intelijen Rasulullah Saw di Awal Pemerintahan Islam
Selasa, 07/07/2009 07:54 WIB - Bollywood? Aja… Aja, Nehi…
Selasa, 07/07/2009 07:07 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




