Dalam Waktu 8 Tahun, 500 Pemimpin Suku Afghanistan telah Dibunuh

Setidaknya 500 pemimpin suku Afghanistan, yang menentang invasi pasukan asing dibawah kepemimpinan AS, dicuriga tewas dibunuh di Kandahar dalam delapan tahun terakhir.
Menurut daftar yang koresponden Press TV di Afghanistan terima, lebih dari 500 pemimpin suku di provinsi-provinsi selatan Afghanistan Kandahar khususnya, telah tewas dalam perilaku yang mencurigakan setelah invasi AS ke negara itu pada tahun 2001.
Daftar itu menyebutkan nama-nama tokoh Afghanistan yang terbunuh, suku mereka, tempat kelahiran mereka dan tempat mereka dibunuh.
Pejabat Afghanistan di Kabul telah menyatakan keprihatinan atas pembunuhan itu setelah jumlah kasus meningkat dan mencurigakan terjadi di Kandahar.
Seorang pemimpin suku, yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan kepada koresponden Press TV bahwa tidak ada sosok berpengaruh sekarang yang tidak bisa menjadi objek kejahatan di daerah ini, karena mereka takut akan dibunuh seperti yang lain dibunuh.
Dia menambahkan bahwa pembunuhan pemimpin suku terutama suku Pashtun, telah membuat pejuang Taliban dominan di daerah itu.
Pemimpin suku yang tidak disebutkan namanya mengatakan lebih jauh lagi bahwa sebagai akibat dari pembunuhan dan kevakuman politik, pejuang Taliban yang masih berusia 20 tahun menjadi pemimpin tradisional di daerah tersebut, menjadi pemimpin suku yang berpengaruh kuat atas penduduk. (fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Balas Sikap Turki, Supermarket Israel Boikot Produk Turki
Senin, 14/06/2010 15:41 WIB - Menara Jam Mekkah Akan Segera Dibuka
Senin, 14/06/2010 13:26 WIB - Ribuan Orang Mengungsi Akibat Kerusuhan di Kyrgyztan
Senin, 14/06/2010 13:05 WIB - Bom Menewaskan 15 Orang di Bagdad
Senin, 14/06/2010 13:04 WIB - Palang Merah Internasional Nyatakan Blokade Gaza Melanggar Hukum
Senin, 14/06/2010 12:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




