Harga Barang Kebutuhan Terus Melonjak, Warga Saudi Serukan Boikot

Jumat, 11/01/2008 17:11 WIB | Arsip | Cetak

Para aktivis di Arab Saudi menyerukan boikot barang-barang kebutuhan sehari-hari, tapi kali ini ajakan boikot itu bukan ditujukan untuk produk-produk Denmark atau Amerika untuk alasan politis atau agama, tapi sebagai bentuk protes atas kenaikan harga-harga barang yang terus menerus di negeri kerajaan itu.

Sejak awal tahun 2007, tingkat inflasi di Arab Saudi mencapai 2, 5 persen dan para ekonom memperkirakan inflasi akan meningkat menjadi 4, 1 persen pada tahun 2008. Tak heran jika harga-harga kebutuhan pokok membubung tinggi yang mendorong para aktivis menyerukan boikot yang disebarkan melalui SMS.

"Ini tentu saja merupakan reaksi yang wajar dari anggota masyrakat yang merasa tak berdaya untuk melakukan perubahan, terutama ketika ada apersepsi bahwa otoritas yang berwenang tidak cukup melakukan sesuatu untuk mengatasi keadaan dan mencegah terjadinya kecurangan dalam perdagangan, " kata Jafer Alkaisy, penulis bidang ekonomi dan pembawa acara "Economic Horizon" di televisi.

Banyak konsumen yang meyakini bahwa para pedagang lokal sengaja memanfaatkan situasi-yang dikaitkan dengan merosotnya nilai mata uang riyal akibat melemahnya mata uang dollar AS-dengan menaikkan harga barang dan jasa di atas batas yang bisa dijangkau. Masyarakat jadi tidak sabaran melihat kondisi yang makin menyusahkan mereka itu.

Alkaisy menyatakan, kenaikan harga-harga yang tak terkendali itu tidak bisa dibenarkan dan boikot diharapkan bisa membuat para pembuat kebijakan atau para pedagang bereaksi. Dalam dua bulan belakangan ini, muncul ajakan boikot disertai jenis-jenis produk yang harus diboikot, yang disampaikan melalui situs internet. Namun menurut para pedagang seruan boikot itu tidak efektif karena konsumen pada dasarnya tidak mau membeli barang alternatif yang harganya murah tapi kualitasnya kurang bagus.

Untuk memberikan arahan bagi masyarakat, pemerintah kota Riyadh membut buletin mingguan yang disisipkan di surat-surat kabar lokal, berisi indikator harga sejumlah produk. Asisten deputi pemerintahan kota Riyadh Abdulrahman Alzunaidi menegaskan, mereka akan mengenakan sanksi denda jika ada pedagang yang memberikan informasi palsu tentang harga-harga barang yang dijualnya, yang dimuat di buletin tersebut. (ln/arabnews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang