Harga Mahal Sex Education Di Inggris

Selasa, 27/07/2010 11:27 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah gambaran mengerikan tentang bagaimana rusaknya moral di Inggris dirilis dalam sebuah laporan internasional. Laporan ini mengekspos kerusakan moral yang berat dalam nilai-nilai keluarga di Inggris.

Studi ini mengungkapkan bahwa Inggris memiliki catatan buruk tentang kehamilan remajanya di tingkat Eropa saja, dan lebih banyak anak yang hidup dalam keluarga yang dibesarkan oleh orang tua tunggal karena perceraian.

Buruknya, banyak dari ibu yang menjadi orang tua tunggal di Inggris menganggur. Angka perceraian dan kelahiran anak tidak sah di Inggris juga termasuk yang tertinggi di Barat.

Para pengamat menyebut bahwa ini adalah harga mahal dari promosi pendidikan seks untuk anak-anak muda, dan sikap permisif masyarakat pada tahun 1960-an.

Laporan itu, yang disusun oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, yang mewakili negara industri, merupakan yang pertama kalinya bahwa catatan buruk tentang moral di Inggris digambarkan begitu tajam. Laporan itu memuat:

- Angka kehamilan remaja Inggris adalah yang terburuk di Eropa dan kelima terburuk di Barat;

- Jumlah anak-anak yang hidup dalam keluarga bercerai adalah yang terburuk di Eropa, dan di belakangnya adalah Amerika Serikat;

- Jumlah orang tua tunggal yang tak punya pekerjaan merupakan yang tertinggi di Eropa dan yang kedua di dunia industri;

- Tingkat perceraian di Inggris menempati urutan keempat tertinggi di Eropa;

- Jumlah kelahiran tidak sah di luar pernikahan merupakan keenam tertinggi di benua Eropa.

Norman Wells, dari Family and Youth Concern yang meneliti sebab-sebab dan akibat dari kerusakan keluarga, mengatakan: "Angka-angka ini melukiskan gambaran suram dari sebuah masyarakat dengan nilai-nilai kesenangan singkat yaitu hubungan seksual lebih tinggi daripada komitmen seumur hidup yang ditandai dengan perkawinan." (sa/dailymail)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang