Hasil Studi: Politisi dan Media Inggris Dibalik Kebencian Terhadap Umat Islam

Jumat, 29/01/2010 14:05 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah studi baru-baru ini mengungkapkan sebuah tuduhan bahwa para politisi dan media Inggris lah yang mengobarkan kebencian terhadap umat Islam dengan menggambarkan umat Islam sebagai teroris yang berusaha melakukan Islamisasi di Inggris. Sementara itu, dewan muslim Inggris menuduh pemerintah telah gagal mengatasi fenomena kebencian terhadap umat Islam di negeri tersebut, menurut laporan surat kabar The Guardian edisi hari Kamis kemarin (28/1).

Menurut sebuah studi yang disusun oleh wartawan Inggris Peter Oborne, menyatakan bahwa para politisi secara kontiniu melakukan tuduhan negatif terhadap kaum muslimin yang berada di Inggris, dan media-media Inggris juga menjadi arus utama dalam meningkatkan kebencian warga Inggris terhadap umat Islam, mulai dari perlakuan yang bersifat diskriminatif, aksi pembakaran rumah bahkan sampai ke aksi pembunuhan terhadap umat Islam dan itu semua terjadi akibat tumbuhnya hasutan di masyarakat terhadap umat Islam.

Sedangkan menurut studi yang disusun oleh pusat penelitian Muslim Eropa di Universitas Exeter London, memberikan beberapa bukti bahwa perilaku para politisi dan media Inggris yang menyebabkan meningkatnya sentimen masyarakat Inggris terhadap umat Islam, seperti terburu-buru menyalahkan umat Islam secara umum yang berakibat meningkatnya citra negatif umat Islam di Inggris.

Studi tersebut mengutip sebuah buku yang berjudul "Londonistan" yang diterbitkan oleh surat kabar Daily Mail, sebagai contoh peran media dalam mengobarkan kebencian terhadap umat Islam, dan dalam laporannya surat kabar The Guardian juga mengatakan bahwa buku tersebut sangat bernada anti-Islam dan umat Islam yang tinggal di London digambarkan sebagai teroris dan pengkhianat, yang memberikan dorongan bagi sejumlah besar tindakan kejahatan serta kebencian terhadap umat Islam.

Studi ini juga menemukan bahwa pemerintah Inggris telah disibukkan dengan sejumlah persoalan negatif dan situasi ketidakseimbangan media Inggris yang telah memutar balikkan citra umat Islam dan agama mereka dengan sengaja mengambarkan umat Islam sebagai musuh dalam selimut, seperti laporan The Guardian.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang