Hasil Studi: Washington Percepat Terjadinya Perang Yom Kippur

Sabtu, 02/01/2010 05:47 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan oleh Universitas Ben-Gurion Israel, menyatakan bahwa mantan presiden AS Richard Nixon lah yang bertanggung jawab atas peperangan antara Mesir-Israel pada perang enam hari yang dikenal dengan perang "Yom Kippur", hasil studi itu mencatat bahwa Washington adalah penyebab percepatan proses pecahnya perang.

Hasil studi ini dilakukan oleh seorang pakar Israel bernama Vitek Boas berdasarkan dokumen-dokumen rahasia yang baru-baru ini terungkap.

Menurut dokumen-dokumen tersebut dinyatakan bahwa Gedung Putih pada waktu itu tidak mengambil langkah untuk mencegah perang, dan lebih suka menutup mata untuk mengeluarkan peringatan apapun tentang bakal terjadinya perang.

Boas menambahkan bahwa Presiden AS Richard Nixon yang membuat kebijakan untuk "menutup mata" terhadap perang yang bakal terjadi pada periode sebelum pecahnya Perang Yom Kippur untuk mengejar suatu kebijakan yang berbeda dari apa yang dipraktekkan AS di masa lalu untuk menangani Timur Tengah, di mana pada waktu penasihat untuk Masalah Keamanan Nasional Henry Ksenhr lebih suka untuk berfokus pada pengelolaan arsip internal negaranya dan berusaha untuk memperkuat pilar aturan di belakang skandal Watergate yang akan mempengaruhi masa depan politik AS.

Hasil studi Israel juga menyatakan bahwa jalan buntu yang mengikuti kebijakan pemerintah AS di Timur Tengah menyebabkan pecahnya Perang Yom Kippur, setelah para pejabat Mesir menyadari, yang pada waktu itu dipimpin oleh almarhum Presiden Anwar Sadat bahwa pemerintah AS tidak peduli sama sekali dengan perundingan antara Mesir dan Israel atau tidak ada tekanan AS pada Israel untuk menarik diri dari wilayah Mesir dan wilayah Arab lain yang diduduki Israel; yang pada akhirnya membawa Mesir ke arah keengganan yang kuat untuk menemukan solusi politik sehingga akhirnya memutuskan untuk memasuki perang bersama dengan Suriah melawan Israel.

Studi menyimpulkan bahwa Mesir telah mengambil keputusan untuk berperang melalui visi yang didasarkan pada langkah yang diharapkan nantinya akan ada intervensi langsung dari Gedung Putih untuk pengembalian Sinai ke Mesir.(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang