Hasil Survey: Israel Lebih Toleran daripada Swiss?

Kamis, 14/01/2010 08:49 WIB | Arsip | Cetak

Sebuah survei pada hari Selasa yang lalu mengungkapkan bahwa 43% orang Yahudi tidak akan mendukung larangan terhadap menara Islam di Israel,, kata seorang Rabbi Amerika sambil menunjukkan bahwa Israel lebih toleran terhadap Islam daripada saudara-saudara mereka di Swiss.

Survei baru-baru ini yang dilakukan oleh lembaga riset KEEVOON yang berbasis di Yerusalem, untuk sebuah lembaga yang berbasis di AS yaitu  "Foundation for Ethnic Understanding (FFEU), menemukan bahwa hanya 28 persen orang Yahudi Israel akan mendukung larangan menara di Israel, sangat kontras dengan 57,5 persen pemilih di Swiss yang memilih untuk melarang, dan 29 persen ragu-ragu.

"Ketika survey dilakukan - hasilnya memperlihatkan kebebasan beragama di Israel tampaknya jauh lebih toleran daripada rekan-rekan mereka di Swiss," kata presiden FFEU - Rabbi Marc Schneier seperti dikutip oleh surat kabar Ynet Israel.

Pers Israel melaporkan bahwa perlawanan terkuat melarang menara masjid berasal dari agama nasional Israel, 55 persen di antaranya mengatakan mereka akan "sangat menentang", dan 53 persen ultra-Ortodoks Yahudi mengatakan bahwa mereka hanya menentang.

"Ada korelasi yang nyata antara ajaran agama dan toleransi terhadap Islam," kata Schneier menambahkan, "Israel tampaknya menempatkan sisi politik sebagai oposisi untuk melarang menara dan hal ini benar-benar meningkat ketika kita bergerak lebih lanjut ke kanan dalam spektrum politik."

Schneier mengatakan "fakta memperlihatkan bahwa kurang dari sepertiga dari semua orang Yahudi, mendukung pelarangan menara, hal ini menunjukkan bahwa dari sudut pandang Israel, ada ruang untuk hidup berdampingan saling menghormati di antara orang Yahudi Israel dan Arab Israel ketika didasarkan pada agama dan bukan politik."(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang