Hati-Hati Mengenakan Kaus Sepakbola
KOSMO! memuat laporan tentang Muslim yang dengan sadar atau tidak sadar memakai kaus sepak bola yang menampilkan gambar salib, merek minuman keras dan setan.
Dewan penasihat Agama Johor, Malaysia, Datuk Nooh Gadot berkata bahwa mengenakan kaus seperti itu dilarang dalam Islam.
"Itu artinya seolah-olah umat Islam menyembah dan mengagungkan simbol-simbol agama-agama lain. Islam tidak berkompromi mengenai hal ini, terlepas dari apakah itu dipakai untuk bersenang-senang, fashion atau olahraga," katanya.
Mufti Perak, Sri Harussani setuju dengan Datuk Nooh dan berkata meskipun Islam tidak melarang pengikutnya untuk berpartisipasi dalam olahraga atau berpakaian, itu harus dilakukan dalam batas-batas hukum Islam.
Di antara tim-tim sepak bola yang membawa gambar lambang salib adalah Brazil, Portugal, Serbia, dan Norwegia dan Barcelona tingkat klub. Sementara Manchester United menerakan slogan "Setan Merah" untuk menyebut mereka, dan menjadi logo di kausnya. Begitu juga dengan Chelsea.
Klub-klub Seri A Italia banyak menerakan salib, seperti AC Milan, Parma, Genoa, Bologna, dan beberapa lainnya. Semnetara Fiorentina, menerakan lambang Fleur De Lis, salah satu imej yang mencerminkan Yahudi dengan sangat kuat.
Bagaimana di Indonesia? (sa/thestar)
Lainnya (Arsip)
- Wapres AS 'Ngeles': Terlalu Dini Menilai Perang Afghanistan
Senin, 19/07/2010 08:20 WIB - Perang Afghanistan Mencekik Rakyat Amerika
Senin, 19/07/2010 08:06 WIB - Anggota Parlemen Inggris Tolak Bertemu dengan Wanita Bercadar
Senin, 19/07/2010 07:52 WIB - NATO Gagal Total Di Afghanistan
Senin, 19/07/2010 07:42 WIB - 3 Milliar Dollar Setahun, Dari Amerika Untuk Israel
Senin, 19/07/2010 07:17 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




