Helm Al Zaytoun : Film Kartun yang Bikin Pejabat AS Berang

Rabu, 01/07/2009 08:13 WIB | Arsip | Cetak

Sementara presiden AS Barack Obama asyik saling memuji dengan sekutunya Arab saudi atas sejarah panjang persahabatan mereka dan hubungan strategis kedua negara, beberapa pejabat resmi negara As secara pribadi malah tidak senang terhadap Saudi.

Sebuah film kartun yang dibuat oleh seorang produser film Saudi bernama Osama Khalifah yang berjudul "Helm Al Zaytoun" atau "The Olive Dream" lah yang menyebabkan para pejabat AS merasa kecewa terhadap Saudi. Pasalnya di film tersebut menyalahkan "kelompok Zionis Israel' atas penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina.

"Penggambaran tentang peristiwa Nakba tahun 1948 dan penderitaan rakyat Palestina telah lama menjadi pemicu tindak kekerasan dan sentimen anti-Amerika,"kata sebuah pernyataan dari departemen resmi kenegaraan AS yang tertulis bertanggal 16 Juni dengan judul "Counterterrrorism Communication Alert". "Sebagaimana tindakan yang dilakukan oleh pemerintah AS selama ini untuk mendorong proses perdamaian antara Israel - Palestina, film kartun tersebut menjadi kendala yang signifikan untuk pembentukan opini kepada masyarakat Arab.

Namun produser film Saudi mengklaim bahwa film yang dia bikin dimaksudkan untuk mengajarkan dan menjelaskan kepada anak-anak tentang persoalan Palestina dari sudut pandang para pengungsi Palestina, serta memberikan nuansa baru persoalan tersebut kepada generasi baru anak-anak muda Arab dan umat Islam secara umum.

Departemen resmi negara AS memberi peringatan dalam memo berlabel "OFFICIAL USE ONLY" dalam mensikapi film kartun tersebut.

"Helm Al Zaytoun" atau "The Olive Dream" menurut pejabat AS hanya akan memanaskan situasi yang memang telah panas antara rakyat Palestina dengan Israel, dan hanya membangkitkan semangat anti-semit. Dalam film tersebut digambarkan seorang anak gadis Arab yang menyaksikan peristiwa Nakba 1948 dimana dengan mata kepalanya sendiri, ayahnya dibunuh oleh 'gerombolan Zionis Israel' yang datang untuk menjajah tanah Palestina.

Osama Khalifa sang produser film mengatakan bahwa film ini bertujuan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang persoalan warga Palestina di pengungsian dari perspektif geografi dan keagamaan. Dalam film ini juga ditampilkan sebuah adegan peperangan dimana militer Zionis Israel memborbardir warga sipil Palestina dan kemudian anak-anak muda Palestina berjuang untuk membalas serangan tersebut dengan dilatari lagu yang menyemangati mereka.

Adegan dalam film animasi yang membuat semakin 'gerah' dan geramnya pejabat AS adalah sewaktu dalam film itu menceritakan seorang anak Yahudi dengan gagahnya membunuh seorang laki-laki Arab di depan keluarganya. Dan bapak dari anak Yahudi tersebut mengatakan kepada anaknya dengan pujian bahwa dia telah menjadi seorang laki-laki sejati dengan membunuh seorang Arab.(fq/ipt)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang