Henry Kissinger: Ketakutan AS Pada Iran Bukan Soal Nuklir Tapi Minyak

Jumat, 21/09/2007 09:28 WIB | Arsip | Cetak

Niat AS yang sesungguhnya ingin menyerang Iran makin terkuak, mirip dengan Irak, yang menjadi ketakutan AS selama ini ternyata bukan soal nuklir Iran, tapi karena AS takut Iran akan memegang kontrol terhadap sumber-sumber minyak.

Hal ini diungkapkan oleh mantan menteri luar negeri AS Henry Alfred Kissinger dan tulisannya yang akan segera dipublikasikan berjudul "Putting Politics Aside to Save Iraq."

Dalam tulisannya Kissinger mengatakan bahwa Iran pada saat ini cenderung menerapkan hegemoni di kawasan sekitarnya dan negara-negara Industri tidak bisa menerima sebuah kekuatan radikal mendominasi kawasan di mana mereka menggantungkan perekonomiannya.

"Kebenaran mutlak dianggap perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan yang efektif, dan yang paling dipilih adalah kebijakan ekonomi dengan para sekutu-sekutu mereka, " tulis Kissinger.

Lebih lanjut ia menulis bahwa Iran memiliki hak untuk mengungkapkan aspirasinya dan itu harus dihormati. Tapi bagi AS dan negara-negara industri lainnya hak Iran itu tidak boleh termasuk memegang kontrol atas sumber-sumber minyak.

AS dan negara-negara Industri lain yang menjadi sekutunya, menurut Kissinger, bisa mewujudkan ambisinya untuk menjadi penguasa sumber-sumber minyak asalkan memenuhi dua persyaratan yaitu; AS perlu menjaga eksistensinya di kawasan Teluk yang bisa diandalkan oleh negara-negara pendukungnya dan AS harus serius menghadapi lawan-lawannya.

Dan yang terpenting, tukas Kissinger, AS harus mengakui bahwa yang dibutuhkan adalah kerjasama bukan taktik.

Henry Alfred Kissinger adalah figur yang memainkan peranan penting dalam kebijakan-kebijakan luar negeri AS pada era tahun 1969 dan 1977, ketika ia menjadi penasehat Keamanan Nasional dan menjadi menteri luar negeri pada masa Presiden Nixon dan Ford. (ln/presstv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang