Hizbullah: Kedubes AS di Beirut Agen Mata-Mata Israel
Pemimpin Hizbullah di Libanon, Hassan Nasrallah mengatakan bahwa kedutaan besar AS di Beirut, ibukota Libanon, melakukan kegiatan mata-mata untuk Israel. Ia mengingatkan agar pemerintah Libanon waspada karena kegiatan kolaborasi AS-Israel itu bisa mengarah pada tindakan untuk menghancurkan Libanon.
"Semua informasi yang dikumpulkan kedutaan besar AS di Beirut disampaikan ke Israel. Dalam hal ini, kami tidak bicara tentang sebuah kedutaan besar asing yang normalnya melakukan pengumpulan informasi untuk keperluan pemerintahan negara yang bersangkutan. Tapi ketika bicara soal kedutaan besar AS di Beirut, ceitanya lain," kata Nasrallah, Senin (1/3).
"Apapun yang diberikan ke kedutaan besar AS dan disampaikan ke Israel, semua informasi itu mengarah pada upaya untuk menghancurkan Libanon. AS membantu musuh kita, Israel, untuk mengetahui apa saja yang sedang terjadi di Libanon dan menggunakan informasi itu untuk melawan dan melakukan balas dendam terhadap Libanon," tukasnya.
Nasrallah mengatakan, informasi-informasi yang diberikan kedutaan besar AS di Beirut pada Libanon tidak ada bedanya dengan kerja jaringan mata-mata yang memberikan informasi baik secara langsung maupun lewat perantara. Untuk itu Nasrallah menyerukan agar Libanon mewaspadai kedutaan besar AS di Beirut.
Hizbullah adalah salah satu kekuatan perlawanan dan politik di Libanon yang gencar menyuarakan perlawanan terhadap rezim Zionis Israel. Hizbullah pernah terlibat perang dengan Israel selama 33 hari yang diakhiri dengan keluarnya Resolusi PBB yang memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya ke Libanon yang menyebabkan 1.200 warga Libanon, kebanyakan warga sipil, tewas. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Website Syaikh Al-Barrak yang Diblokir, Telah Kembali Online
Selasa, 02/03/2010 11:03 WIB - Mantan Pemimpin Muslim Bosnia Di tahan di Heathrow
Selasa, 02/03/2010 10:58 WIB - "Israeli Apartheid Week", Pekan Anti Israel di Kampus-kampus Dunia
Selasa, 02/03/2010 10:44 WIB - Seruan Penulis Swiss untuk Usir Umat Islam, Digugat Ormas Islam Jenewa
Selasa, 02/03/2010 10:20 WIB - Bisnis Rompi Anti Peluru Pakistan-AS
Selasa, 02/03/2010 09:50 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




