Penjara Seumur Hidup untuk Pembunuh Marwa Sherbini
.jpg)
Pengadilan kota Dresden Jerman memvonis pelaku pembunuhan terhadap Marwa Sherbini dengan hukuman penjara seumur hidup. Hakim Agung Birgit Wiegand dalam putusannya pada Rabu (11/11) menyatakan, pelaku telah membunuh Marwa dengan motif balas dendam dan pelaku memanfaatkan kelemahan korban untuk melakukan serangan dan pembunuhan.
Hukuman itu menjadi puncak proses hukum terhadap Alexander Wiens, pemuda Jerman berdarah Rusia yang menusuk Sherbini dengan menggunakan pisau dapur sebanyak 18 kali. Penusukan itu dilakukan di ruang pengadilan Dresden pada 1 Juli lalu, saat Sherbini akan memberikan kesaksian atas kasus penghinaan dan serangan yang dilakukan Wiens terhadap Sherbini. Wiens tidak senang melihat Sherbini yang seorang muslimah dan mengenakan jilbab.
Akibat tusukan Wiens, Sherbini meninggal dunia dan ia dijuluki sebagai "pahlawan jilbab". Suami Sherbini, yang pada saat kejadian berusaha menolong isterinya yang sedang mengandung 3 bulan, juga menjadi korban penembakan aparat keamanan ruang sidang, karena mengira suami Sherbini lah yang menyerangnya. Putera pasangan Sherbini bernama Mustafa yang masih berusia tiga tahun, menjadi saksi mata peristiwa mengenaskan itu.
Dalam persidangan, Wiens mengaku anti-Islam. Setiap hadir di persidangan, tubuh Wiens selalu dikerudungi kain dan mengenakan kaca mata hitam. Jaksa penuntut kasus Wiens menyatakan, kejahatan yang dilakukan pemuda itu bermotifkan "kebencian terhadap orang-orang non-Eropa dan terhadap Muslim."
Dutabesar Mesir Ramzy Ezzeldin menerima putusan hakim dan ia menilai vonis seumur hidup adalah hukuman yang cukup adil untuk pelaku pembunuhan Sherbini. "Saya pikir hukuman itu akan memuaskan rasa keadilan keluarga dan seluruh masyarakat," ujarnya.
Selama persidangan berlangsung hari Rabu kemarin, sekitar 200 orang-mayoritas Muslim Jerman- melakukan aksi unjuk rasa di luar gedung pengadilan. Mereka menuntut pemerintah Jerman untuk memberikan perhatian khusus pada masalah-masalah rasial di negeri itu. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Jumhur Ikhwan Tolak Opsi "Melunak dengan Penguasa Mesir"
Kamis, 12/11/2009 06:21 WIB - Romania : Madrasah "Online" untuk Belajar Islam
Kamis, 12/11/2009 06:19 WIB - American Idol dan Sejarah Yahudi
Rabu, 11/11/2009 21:40 WIB - Taliban Makin Berkuasa di Afghanistan
Rabu, 11/11/2009 16:25 WIB - Penasehat Obama, Ingin Mengirim Tentara AS Lebih Banyak
Rabu, 11/11/2009 16:05 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




