Penjara Seumur Hidup untuk Pembunuh Marwa Sherbini

Kamis, 12/11/2009 09:21 WIB Cetak |  Kirim

Pengadilan kota Dresden Jerman memvonis pelaku pembunuhan terhadap Marwa Sherbini dengan hukuman penjara seumur hidup. Hakim Agung Birgit Wiegand dalam putusannya pada Rabu (11/11) menyatakan, pelaku telah membunuh Marwa dengan motif balas dendam dan pelaku memanfaatkan kelemahan korban untuk melakukan serangan dan pembunuhan.

Hukuman itu menjadi puncak proses hukum terhadap Alexander Wiens, pemuda Jerman berdarah Rusia yang menusuk Sherbini dengan menggunakan pisau dapur sebanyak 18 kali. Penusukan itu dilakukan di ruang pengadilan Dresden pada 1 Juli lalu, saat Sherbini akan memberikan kesaksian atas kasus penghinaan dan serangan yang dilakukan Wiens terhadap Sherbini. Wiens tidak senang melihat Sherbini yang seorang muslimah dan mengenakan jilbab.

Akibat tusukan Wiens, Sherbini meninggal dunia dan ia dijuluki sebagai "pahlawan jilbab". Suami Sherbini, yang pada saat kejadian berusaha menolong isterinya yang sedang mengandung 3 bulan, juga menjadi korban penembakan aparat keamanan ruang sidang, karena mengira suami Sherbini lah yang menyerangnya. Putera pasangan Sherbini bernama Mustafa yang masih berusia tiga tahun, menjadi saksi mata peristiwa mengenaskan itu.

Dalam persidangan, Wiens mengaku anti-Islam. Setiap hadir di persidangan, tubuh Wiens selalu dikerudungi kain dan mengenakan kaca mata hitam. Jaksa penuntut kasus Wiens menyatakan, kejahatan yang dilakukan pemuda itu bermotifkan "kebencian terhadap orang-orang non-Eropa dan terhadap Muslim."

Dutabesar Mesir Ramzy Ezzeldin menerima putusan hakim dan ia menilai vonis seumur hidup adalah hukuman yang cukup adil untuk pelaku pembunuhan Sherbini. "Saya pikir hukuman itu akan memuaskan rasa keadilan keluarga dan seluruh masyarakat," ujarnya.

Selama persidangan berlangsung hari Rabu kemarin, sekitar 200 orang-mayoritas Muslim Jerman- melakukan aksi unjuk rasa di luar gedung pengadilan. Mereka menuntut pemerintah Jerman untuk memberikan perhatian khusus pada masalah-masalah rasial di negeri itu. (ln/iol)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG