Hutang AS Mengancam Keamanan Nasional

Selasa, 29/06/2010 12:23 WIB | Arsip | Cetak

Seorang anggota parlemen senior Partai Demokrat memperingatkan terhadap adanya utang berkelanjutan Amerika, dan mendesak diadakannya pemotongan anggaran militer dan peningkatan pajak dalam rangka memulihkan secara penuh AS dari resesi ekonomi.

"Sudah waktunya untuk berhenti berbicara tentang disiplin fiskal dan ancaman keamanan nasional jika kedua itu merupakan topik yang dianggap terpisah: Utang adalah ancaman keamanan nasional!," kata Pemimpin Mayoritas House Demokrat Steny Hoyer pada hari Senin kemarin (28/6) dengan tegas, menurut laporan AFP.

Dalam pidato yang dipersiapkan untuk disampaikan ke Pusat untuk Strategis dan Studi Internasional, para anggota parlemen Maryland dan para sekutu Presiden Barack Obama memperingatkan bahwa utang yang berkelanjutan memiliki sejarah panjang dalam menggulingkan kekuasaan yang ada di dunia dan Cina, sebagai pemegang utama utang AS, bisa menjadi tantangan kepemimpinan AS.

Hoyer mendesak adanya kompromi anggaran yang akan mengembalikan keseimbangan fiskal dan kesehatan dan mengutip langkah-langkah yang diundangkan oleh mantan presiden George Bush dan Bill Clinton - yang menaikkan pajak untuk memanfaatkan utang AS.

Petinggi parlemen AS dari Demokrat telah mengisyaratkan dalam beberapa pekan terakhir bahwa mereka mungkin tidak akan kembali melakukan pemotongan pajak baru untuk Amerika atas pendapatan negara.

Total utang nasional AS menjadi nomor satu ekonomi di dunia ini telah melampaui 13 triliun dolar pada tahun 2010.

Ekonomi AS terjun bebas ke resesi terburuk dalam satu dekade yang dimulai pada bulan Desember 2007 di tengah krisis keuangan yang dipicu oleh krisis kredit perumahan.

Meskipun beberapa adanya tanda-tanda perbaikan, ekonomi AS masih berjuang dengan hampir tingkat pengangguran dua digit dengan lebih dari delapan juta pekerjaan hilang sejak awal resesi.(fq/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang