ICC Seharusnya Juga Tangkap George W. Bush

Jumat, 06/03/2009 16:05 WIB | Arsip | Cetak

Jika International Criminal Court bisa mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Presiden Sudan Omar al-Bashir dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Darfur, seharusnya ICC juga bisa mengeluarkan perintah yang sama terhadap mantan presiden AS George W. Bush dengan tuduhan yang sama.

Hal tersebut diungkapkan David Crane, profesor bidang hukum internasional di Syracuse University dan mantan jaksa penuntut dari PBB dalam kasus kejahatan kemanusiaan di Sierra Leone yang melibatkan Presiden Liberia, Charles Taylor.

Crane mengatakan, prinsip-prinsip hukum yang digunakan ICC untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap al-Bashir juga bisa diberlakukan untuk mengeluarkan surat penangkapan terhadap Bush dengan tuduhan bahwa ia dan pemerintahannya diduga melakukan dan menggunakan penyiksaan dalam teknik interogasi terhadap para tersangka terorisme.

Apalagi pada bulan Desember kemarin, mantan presiden AS Dick Cheney sudah mengakui adanya teknik penyiksaan, misalnya teknik waterboarding, selama masa pemerintahan Bush.

Pernyataan Crane bahwa ICC juga bisa mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Bush, didukung oleh Richard Dicker, direktur program hukum internasional di organisasi Human Rights Watch. Dicker mengatakan, surat penangkapan yang dikeluarkan ICC terhadap al-Bashir mendorong munculnya diskusi-diskusi tentang kemungkinan untuk melakukan penyelidikan yang sama pada jajaran pejabat di masa pemerintahan Bush. Meski prospek untuk menyeret Bush dan pejabatnya ke mahkamah internasional sangat sulit, karena pemerintah AS tidak mengakui ICC. Penyelidikan terhadap Bush hanya bisa dilakukan jika mendapat restu dari Dewan Keamanan PBB, sementara AS adalah anggota tetap dan memiliki hak veto di DK PBB.

Surat perintahan penangkapan terhadap al-Bashir, merupakan surat perintah penangkapan yang pertama kalinya dikeluarkan ICC terhadap seorang kepala negara yang masih berkuasa. Pimpinan ICC, Luis Moreno-Ocampo menyatakan al-Bashir berada di belakang berbagai aksi kekerasan dalam konflik Darfur yang sudah berlangsung selama enam tahun dan sudah menelan 300.000 korban jiwa. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang