Ikhwan, Putar Haluan, Meninggalkan Politik Praktis?

Selasa, 14/07/2009 07:16 WIB | Arsip | Cetak

Pekan lalu, Al-Ahram, salah satu harian terbesar di Mesir, menerbitkan seri berikutnya dokumen-dokumen tentang ‘organisasi internasional yang dilarang’; Ikhwan.

Sejak kelahirannya, Ikhwan memang tidak lepas dari berbagai intrik penguasa setempat yang melarang, dan mengilegalkannya. Ikhwan, tidak pelak, telah melihat jati diri dan peranannya saat ini; ia menjadi “ibu” dari gerakan politik berbagai jamaah yang lain, karena magnit dan pengaruhnya di wilayah Arab dan negara-negara Muslim di dunia.

Dokumen-dokumen itu berisi, meminjam istilah para jurnalis Mesir, isi kepala dari masyaikh Ikhwan (tokoh-tokoh Ikhwan). Bertahun-tahun lamanya, anggota Ikhwan menjalani hidup antara rumah dan penjara, karena opressi (penindasan) penguasa Mesir yang memang keras terhadap segala hal yang berbau pergerakan Islam. Beriringan dengan itu, Ikhwan membangun infrastruktur di semua lini, termasuk yayasan dan perusahaan besar, yang kemudian menggambarkan mindset (kerangka berpikir) dan rencana besar Ikhwan. Apalagi ketika Ikhwan terlibat dalam politik parlemen secara langsung.

Pendekatan pemerintah Mesir selalu berkutat dalam hal keamanan: Sebuah kelompok yang secara legal dilarang dari aktivitas politik telah melanggar hukum karena itu harus dikenai sanksi. Ikhwan, melalui para Mursyid 'Aam-nya (Pembimbingnya)  menegaskan bahwa semua dokumen dan penangkapan tokoh kunci Ikhwan oleh pemerintah Mesir adalah suatu akal bulus pemerintah semata.

Tidak heran jika kemudian, Ikhwan—dengan segala tekanan itu—mendeklarasikan diri bukan sebagai partai politik,  tapi lebih merupakan sebuah proyek besar yang komprehensif dan politik hanya sebagian kecil dari tujuan pergerakan mereka. Ini semua mengembalikan Ikhwan pada poin utama Ikhwan dari awal. Eforia kemenangan kursi parlemen yang cukup signifikan di tahun 2005 telah mengubah wajah Ikhwan menjadi begitu lembek dan tak lagi bertenaga, cenderung kompromis dengan penguasa.

Jika gerakan Ikhwan terlibat secara utuh dalam pembinaan, maka konfrontasi langsung dengan pemerintah Mesir saat ini, mungkin belum saatnya terjadi. Mungkin Ikhwan sudah melihat gerakan Jamaah Tabligh yang menyebar secara cepat ke seluruh dunia, dan dalam situasi seperti ini di berbagai belahan dunia, Ikhwan kehilangan esensi pergerakannya, dari zaman Mahmoud al Nuqrashi Pasha sampai hari ini, dihubungkan dengan kenyataan bahwa Ikhwan adalah sebuah proyek besar luar biasa dalam advokasinya terhadap umat. Proyek besar Ikhwan ini lebih komprehensif dibandingkan kudeta militer walaupun Ikhwan berulang kali menyatakan bahwa perubahan melalui kekerasan tidak bisa diterima.

Jadi dalam hal ini, ada satu kondisi sama, namun dengan tanggapan yang berbeda. Pemerintah Mesir mengharamkan Ikhwan, namun Ikhwan pun tak menghiraukan larangan itu. Apakah perjuangan Ikhwan akan berubah? Dua kubu yang kini saling tarik di dalam internal Ikhwan, kaum muda Ikhwan menginginkan Ikhwan berhati-hati dalam urusan politik, bahkan cenderung setuju untuk lebih menguatkan infrastuktur dan pembinaan di tingkat masyarakat bawah, versus generasi lama yang sudah tua yang lebih memilih jalan kanan dengan terlibat langsung dalam politik praktis.

Ikhwan tampaknya dalam proses transisi. Mereka sudah terbukti berada dalam opressi keras dari penguasa Mesir. Kedatangan presiden AS, Barack Obama ke Mesir sebagai instalasi politik Timur Tengah dari AS, dan yang paling memilukan drama di Gaza pada Januari 2009 silam sehubungan agresi Israel yang menewaskan 1500 orang Palestina sudah menjadi pertaruhan tersendiri bagi Ikhwan. Putar haluan, Ikhwan? (sa/alwst)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang