Surat Kabar Jerman "Lecehkan" Marwa Al-Sharbini

Surat kabar Jerman, Die Welt versi online memuat komentar-komentar pembacanya yang berisi hinaan dan pernyataan anti-Arab dan anti-Muslim. Namun pihak Die Welt menolak menghapus komentar-komentar yang bernuansa rasis bahkan tidak berperikemanusiaan itu.
Komentar-komentar itu adalah reaksi pembaca atas artikel berjudul "Islamisten fordern Vergeltung für Mord im Gericht" yang dipublikasikan terkait kasus Marwa Al-Sharbini, seorang muslimah yang ditikam oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia di ruang sidang pengadilan kota Dresden.
Entah sengaja atau tidak, pihak situs Die Welt meloloskan komentar-komentar atas artikel tersebut, yang isinya rasis dan tak beradab. Sala satu komentator misalnya, merekomendasikan agar pelaku pembunuhan Marwa diberi tanda jasa "Federal Cross of Merit". Komentator lainnya menyebut Marwa "toilet" dan masih banyak lagi komentar-komentar lainnya yang isinya justeru membela pelaku dan melecehkan Marwa yang ditulis dengan identitas anonim.
Tapi yang sulit dipercaya, pihak Die Welt menolak untuk menghapus komentar-komentar yang provokatif itu, seiring dengan sikap media massa Jerman yang seolah kompak untuk tidak menulis berita tentang insiden yang menimpa Marwa. Media Jerman menganggap kasus pembunuhan Marwa yang berlatar belakang islamofobia itu bukan kasus yang serius. Sikap media Jerman mungkin akan berbeda jika yang dibunuh adalah seorang non-Muslim Jerman dan pelakunya seorang Muslim.
Sementara itu, atas sikap surat kabar Die Welt online, situs Ikhwanul Muslimin menyerukan kaum Muslimin untuk menyampaikan email protes ke surat kabar tersebut agar menghapus komentar-komentar yang rasis dan anti-Muslim, lewat alamat email: online@welt.de (ln/ikh)
Lainnya (Arsip)
- Irak dan Afghanistan Membuat Banyak Tentara AS Bunuh Diri
Jumat, 10/07/2009 15:38 WIB - Kelas Tahfizh Quran Marak di Turki
Jumat, 10/07/2009 13:55 WIB - Abu Mansour Al-Amriki : Obama, Beraninya Anda Mengirim Pesan ke Dunia Muslim?
Jumat, 10/07/2009 12:55 WIB - Komandan Pasukan AS Tumbang di Afghanistan
Jumat, 10/07/2009 12:52 WIB - Walikota New York Tolak Hari Libur Keagamaan untuk Muslim
Jumat, 10/07/2009 11:10 WIB
Dunia
Terkait
- Pakistan Bantah Memata matai Pasukan Jerman di Afghanistan
- Test Drive Sertakan Wanita Berjilbab Distributor BMW Turki Batalkan Kerjasama
- Ribuan Pengguna Internet Muslim Marah dengan Iklan Israel yang Lecehkan Jilbab
- Makin Menjadi Charlie Hebdo Cetak Ulang Kartun yang Lecehkan Nabi Muhammad
- Cegah Serangan Ala Breivik Pemerintah Jerman Awasi Situs Situs Anti Islam
- Terungkap Polisi New York Putar Film Anti Islam dalam Pelatihan Sebanyak 1500 Kali
- Norwegia Tunjuk Komite yang Akan Rekomendasikan Polisi dan Hakim Berjilbab
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




