ILO, 20 Juta Orang akan Jadi Pengangguran Sampai Akhir Tahun 2009

Selasa, 21/10/2008 15:48 WIB | Arsip | Cetak

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memprediksikan, 20 juta orang akan menjadi pengangguran sampai akhir tahun 2009 sebagai dampak dari krisis keuangan yang memicu krisis perekonomian global. Menurut ILO, berdasarkan perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap kondisi perekonomian dunia, sektor lapangan kerja yang akan terkena imbas paling buruk adalah sektor konstruksi, real estate, jasa keuangan dan sektor otomotif.

"Kami sudah membahas tentang dampak krisis keuangan pada masyarakat, lapangan kerja dan perusahaan-perusahaan.," kata Direktur Jenderal ILO, Juan Somavia.

Ia mengatakan, melihat dampaknya yang nyata pada masyarakat, pembahasan mengenai upaya mengatasi krisis keuangan seharusnya fokus pada upaya penciptaan lapangan kerja dan langkah-langkah lainnya untuk memicu pertumbuhan "ekonomi riil".

ILO belum memiliki proyeksi jumlah pengangguran per wilayah, namun menurut Somavia jumlah pengangguran secara global akan meningkat dari 190 juta orang pada tahun lalu menjadi 210 juta orang pada akhir tahun 2009. Inilah kali pertama dalam sepuluh tahun, jumlah pengangguran mencapai angka tertinggi yaitu mencapai 200 juta orang lebih.

Menurut Somavia, negara-negara yang memiliki pasar domestik yang cukup besar dan tidak tergantung pada ekspor akan mampu bertahan dari krisis. Misalnya negara China yang prosentase ekspornya hanya 11 persend dari seluruh perekonomiannya.

Industri Perbankan Syariah Lolos Dari Krisis

Sementara itu Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz menyatakan, krisis keuangan global tidak terlalu mempengaruhi industri perbankan berbasis syariah. Padahal bank-bank konvensional banyak yang bankrut akibat krisis keuangan yang terjadi saat ini.

"Bank-bank Islam sejauh ini tetap menunjukkan perkembangan yang positif, meski menghadapi tantangan krisis keuangan global," kata Zeti Akhtar.

Hal serupa diakui Kuwait Finance House dalam laporannya yang menyebutkan bahwa, di tengah krisis keuangan yang buruk seperti sekarang ini, yang menarik untuk dicatat adalah industri keuangan Islami justru berhasil mencegah kekacauan yang diciptakan oleh industri perbankan dan institusi keuangan konvensional.

"Gambaran bagi industri keuangan Islami cukup cerah dan nampaknya akan leading dalam menyediakan pembiayaan bagi proyek-proyek penting, sementara sistem perbankan konvensional justru mengevaluasi kembali model bisnisnya," demikian laporan Kuwait Finance House. (ln/aby/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang