ILO, 20 Juta Orang akan Jadi Pengangguran Sampai Akhir Tahun 2009

Organisasi Buruh Internasional (ILO) memprediksikan, 20 juta orang akan menjadi pengangguran sampai akhir tahun 2009 sebagai dampak dari krisis keuangan yang memicu krisis perekonomian global. Menurut ILO, berdasarkan perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap kondisi perekonomian dunia, sektor lapangan kerja yang akan terkena imbas paling buruk adalah sektor konstruksi, real estate, jasa keuangan dan sektor otomotif.
"Kami sudah membahas tentang dampak krisis keuangan pada masyarakat, lapangan kerja dan perusahaan-perusahaan.," kata Direktur Jenderal ILO, Juan Somavia.
Ia mengatakan, melihat dampaknya yang nyata pada masyarakat, pembahasan mengenai upaya mengatasi krisis keuangan seharusnya fokus pada upaya penciptaan lapangan kerja dan langkah-langkah lainnya untuk memicu pertumbuhan "ekonomi riil".
ILO belum memiliki proyeksi jumlah pengangguran per wilayah, namun menurut Somavia jumlah pengangguran secara global akan meningkat dari 190 juta orang pada tahun lalu menjadi 210 juta orang pada akhir tahun 2009. Inilah kali pertama dalam sepuluh tahun, jumlah pengangguran mencapai angka tertinggi yaitu mencapai 200 juta orang lebih.
Menurut Somavia, negara-negara yang memiliki pasar domestik yang cukup besar dan tidak tergantung pada ekspor akan mampu bertahan dari krisis. Misalnya negara China yang prosentase ekspornya hanya 11 persend dari seluruh perekonomiannya.
Industri Perbankan Syariah Lolos Dari Krisis
Sementara itu Gubernur Bank Sentral Malaysia, Zeti Akhtar Aziz menyatakan, krisis keuangan global tidak terlalu mempengaruhi industri perbankan berbasis syariah. Padahal bank-bank konvensional banyak yang bankrut akibat krisis keuangan yang terjadi saat ini.
"Bank-bank Islam sejauh ini tetap menunjukkan perkembangan yang positif, meski menghadapi tantangan krisis keuangan global," kata Zeti Akhtar.
Hal serupa diakui Kuwait Finance House dalam laporannya yang menyebutkan bahwa, di tengah krisis keuangan yang buruk seperti sekarang ini, yang menarik untuk dicatat adalah industri keuangan Islami justru berhasil mencegah kekacauan yang diciptakan oleh industri perbankan dan institusi keuangan konvensional.
"Gambaran bagi industri keuangan Islami cukup cerah dan nampaknya akan leading dalam menyediakan pembiayaan bagi proyek-proyek penting, sementara sistem perbankan konvensional justru mengevaluasi kembali model bisnisnya," demikian laporan Kuwait Finance House. (ln/aby/iol)
Lainnya (Arsip)
- Saudi Sidangkan 991 Tersangka Terorisme ke Pengadilan Syariah
Selasa, 21/10/2008 13:25 WIB - ElBaradei Jamin Iran Tidak Akan Pernah Miliki Senjata Nuklir
Selasa, 21/10/2008 12:15 WIB - Powell: Apa Salahnya Menjadi Seorang Muslim di AS?
Selasa, 21/10/2008 09:51 WIB - Menteri Imigrasi Baru Inggris: Jilbab Dilarang di Sekolah
Senin, 20/10/2008 14:59 WIB - Tahfiz Quran di TV Afghanistan
Senin, 20/10/2008 12:18 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




