ILO: Akhir Tahun 2009, Dunia Akan Kehilangan 51 Juta Lapangan Kerja

Jumat, 30/01/2009 08:57 WIB | Arsip | Cetak

International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional memperkirakan bahwa akhir tahun 2009 akan hilang 51 juta jenis lapangan kerja di seluruh dunia akibat resesi ekonomi. Banyak pakar ekonomi yang memperkirakan resesi ini akan berujung pada krisis internasional. Demikian tegas ILO dalam laporannya, Rabu (28/1)

Resesi ini menyebabkan meningkatnya pengangguran hingga mencapai 6.5% dari penduduk dunia dari tahun sebelumnya (2008) yang berjumlah 6% dan tahun 2007 yang berjumlah 5.7 %.

ILO menyatakan bahwa kawasan Afrika Sub-Sahara (meliputi negara Madagaskar, Seychelles, Komoro, Tanjung Verde, dan Sao Tome dan Principe) dan Asia Selatan (meliputi Bangladesh, Bhutan, India, Maladewa, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka) menjadi kawasan yang ekonominya paling terancam dalam hal lapangan kerja dan memiliki tingkat jumlah orang miskin paling tinggi.

Sesuai statistik ILO, Afrika Utara dan Timur Tengah adalah kawasan dengan tingkat pengangguran paling tinggi di akhir tahun 2008 yang mencapai 10.3% untuk Afrika Utara dan 9.4% untuk Afrika Tengah.

Di sisi lain, International Monetary Fund (IMF) memperkirakan (29/1) pertumbuhan ekonomi global akibat akibat menurun akibat krisis keuangan dengan pertumbuhan ekonomi yang tidak akan lebih dari 0.9% per tahun. Inilah pertumbuhan ekonomi paling rendah sejak perang dunia kedua (1939-1945).

IMF menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi China tetap menjadi yang tercepat dengan tingkat pertumbuhan 6.7 %, namun terhitung kurang dibandingkan tingkat pertumbuhannnya tahun lalu yang mencapai 9%.

IMF juga prediksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang akan relatif lemah dan tidak lebih dari 3% pertahun, setengah dari tingkat pertumbuhan yang dicapai tahun kemarin yaitu 6.3%. (iso/umr)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang