Imam Abdullah, Terbunuh atau Sengaja Dibunuh?

Kamis, 04/02/2010 14:24 WIB | Arsip | Cetak

Departemen Kehakiman AS menyatakan sedang menyelidiki independen kasus penembakan yang dilakukan agen-agen FBI terhadap Imam Luqman Amiin Abdullah, seorang pemuka agama Islam di Dearborn, Detroit.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara departemen, Alejandro Milyar, Rabu (3/2) setelah hasi autopsi jenazah Imam Abdullah yang baru dipublikasikan hari Senin kemarin, padahal autopsinya sudah dilakukan sejak bulan November 2008. Hasil autopsi makin menguatkan kecurigaan komunitas Muslim di AS, bahwa Imam Abdullah sengaja dibunuh oleh agen-agen FBI. karena dari hasil autopsi diketahui ada 21 luka bekas tembakan di tubuh Imam Abdullah diantaranya di bagian kepala, dada dan kemaluannya.

Penembakan terjadi ketika agen-agen FBI menyerbu sebuah gudang di Dearborn tanggal 28 Oktober lalu untuk menangkap Imam Abdullah. Para agen FBI mengklaim mereka menembak mati Imam Abdullah karena mencoba melawan dan menembak seekor anjing milik FBI yang dilibatkan dalam penyerbuan tersebut.

Tapi laporan hasil autopsi menyebutkan, ketika seorang penyelidik dari kantor pemeriksaan medis tiba di lokasi kejadian, ia menemukan tubuh Abdullah tergeletak di lantai dan tangannya dalam posisi terborgol ke arah belakang. Di bagian tangan Imam Abdullah juga terdapat lecet-lecet yang tidak teridentifikasi apa penyebabnya.

Council on American-Islamic Relations (CAIR)-wadah organisasi Muslim AS-menyambut positif pernyataan Departemen Kehakiman AS bahwa telah dilakukan penyelidikan atas kematian Imam Abdullah. Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad dalam keterangan persnya juga berterima kasih pada anggota Kongres John Conyers yang telah meminta Kejaksaan Agung Eric Holder memerintahkan Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman untuk menyelidiki kasus itu.

CAIR, berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Mendapatkan Informasi (Freedom of Information Act) juga meminta material-material, termasuk rekaman video saat penyerbuan dan penangkapan Imam Abdullah, serta salinan foto-foto autopsi Imam Abdullah dan hasil pembedahan mayat anjing FBI yang mati dalam penyerbuan itu. CAIR akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan peluru yang menyebabkan anjing itu mati, apakah dari senjata polisi atau senjata non-polisi.

Sementara itu, praktisi hukum Nabih Ayad mempertanyakan soal lecet-lecet yang ditemukan di tangan Abdullah. Ia curiga, lecet-lecet itu akibat gigitan anjing sebelum akhirnya anjing itu ditembak seperti yang diklaim FBI.

Isteri Imam Abdullah, Amina hanya mampu mengungkapkan kesedihannya mendengar hasi autopsi suaminya. "Ini sangat berat dan menyakitkan buat saya. Saya syok. Saya tidak bisa tidur dan tidak nafsu makan," ujarnya sedih.

Hasil penyelidikan Depkeh AS diharapkan bisa membuka apa sebenarnya motif penembakan terhadap Imam Abdullah, yang oleh aparat AS dituding kerap memberikan ceramah-ceramah yang menimbulkan sentimen anti-AS. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang