Imam Abdullah, Terbunuh atau Sengaja Dibunuh?
.jpg)
Departemen Kehakiman AS menyatakan sedang menyelidiki independen kasus penembakan yang dilakukan agen-agen FBI terhadap Imam Luqman Amiin Abdullah, seorang pemuka agama Islam di Dearborn, Detroit.
Hal tersebut diungkapkan juru bicara departemen, Alejandro Milyar, Rabu (3/2) setelah hasi autopsi jenazah Imam Abdullah yang baru dipublikasikan hari Senin kemarin, padahal autopsinya sudah dilakukan sejak bulan November 2008. Hasil autopsi makin menguatkan kecurigaan komunitas Muslim di AS, bahwa Imam Abdullah sengaja dibunuh oleh agen-agen FBI. karena dari hasil autopsi diketahui ada 21 luka bekas tembakan di tubuh Imam Abdullah diantaranya di bagian kepala, dada dan kemaluannya.
Penembakan terjadi ketika agen-agen FBI menyerbu sebuah gudang di Dearborn tanggal 28 Oktober lalu untuk menangkap Imam Abdullah. Para agen FBI mengklaim mereka menembak mati Imam Abdullah karena mencoba melawan dan menembak seekor anjing milik FBI yang dilibatkan dalam penyerbuan tersebut.
Tapi laporan hasil autopsi menyebutkan, ketika seorang penyelidik dari kantor pemeriksaan medis tiba di lokasi kejadian, ia menemukan tubuh Abdullah tergeletak di lantai dan tangannya dalam posisi terborgol ke arah belakang. Di bagian tangan Imam Abdullah juga terdapat lecet-lecet yang tidak teridentifikasi apa penyebabnya.
Council on American-Islamic Relations (CAIR)-wadah organisasi Muslim AS-menyambut positif pernyataan Departemen Kehakiman AS bahwa telah dilakukan penyelidikan atas kematian Imam Abdullah. Direktur Eksekutif CAIR, Nihad Awad dalam keterangan persnya juga berterima kasih pada anggota Kongres John Conyers yang telah meminta Kejaksaan Agung Eric Holder memerintahkan Divisi Hak Sipil Departemen Kehakiman untuk menyelidiki kasus itu.
CAIR, berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Mendapatkan Informasi (Freedom of Information Act) juga meminta material-material, termasuk rekaman video saat penyerbuan dan penangkapan Imam Abdullah, serta salinan foto-foto autopsi Imam Abdullah dan hasil pembedahan mayat anjing FBI yang mati dalam penyerbuan itu. CAIR akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan peluru yang menyebabkan anjing itu mati, apakah dari senjata polisi atau senjata non-polisi.
Sementara itu, praktisi hukum Nabih Ayad mempertanyakan soal lecet-lecet yang ditemukan di tangan Abdullah. Ia curiga, lecet-lecet itu akibat gigitan anjing sebelum akhirnya anjing itu ditembak seperti yang diklaim FBI.
Isteri Imam Abdullah, Amina hanya mampu mengungkapkan kesedihannya mendengar hasi autopsi suaminya. "Ini sangat berat dan menyakitkan buat saya. Saya syok. Saya tidak bisa tidur dan tidak nafsu makan," ujarnya sedih.
Hasil penyelidikan Depkeh AS diharapkan bisa membuka apa sebenarnya motif penembakan terhadap Imam Abdullah, yang oleh aparat AS dituding kerap memberikan ceramah-ceramah yang menimbulkan sentimen anti-AS. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Assad : Israel Mendorong Perang di Timur Tengah
Kamis, 04/02/2010 14:06 WIB - Yayasan Kristen AS, Tawarkan Bantuan Jutaan Dolar untuk Rubah Kurikulum Pendidikan Mesir
Kamis, 04/02/2010 13:53 WIB - Tentara AS Tewas di Barat Daya Pakistan
Kamis, 04/02/2010 13:40 WIB - Saudi Diduga Melakukan Penyiksaan Tahanan
Kamis, 04/02/2010 12:31 WIB - Fatwa Ulama Mesir: Facebook Haram, karena Menyebabkan Perselingkuhan
Kamis, 04/02/2010 11:05 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




