Imam Anwar Awlaki; Usamah Bin Laden Selanjutnya?

Rabu, 06/01/2010 19:26 WIB | Arsip | Cetak

Tak ada rumput, akar pun jadi. Tak ada Usamah bin Laden, Anwar Awlaki pun tidak apa-apa. Mungkin begitulah prinsip kerja proyek pembantaian “teroris” yang didengung-dengungkan Barat dan AS saat ini. Seperti diketahui, entah bagaimana, Usamah bin Laden dijadikan kambing hitam sebagai dalang dari pemboman World Trade Center, pada 11 September 2001.

Selama Sembilan tahun ini, sosok Usamah telah menjadi target besar AS dan Barat, dengan label Al-Qaidah yang disinyalir tengah bersembunyi di Afghanistan, dan dengan penyebarannya ke seluruh dunia. Kemudian, dengan alas an itu pula akhirnya AS dan NATO mengirim ratusan ribu pasukannnya ke Afghanistan, namun pada kenyataannya, menghancurkan semua tatanan sosial dan budaya di sana yang lekat dengan Islam.

Hasilnya? Sampai saat ini, Usamah bin Laden tidak pernah tertangkap. Dan Al-Qaidah pun digembor-gemborkan tidak bisa dideteksi. Yang ada, akhirnya Taliban memilih berkonfrontasi dengan semua pasukan asing yang datang di negaranya tersebut. Seperti diketahui, Taliban adalah kelompok Mujahdin yang menerapkan syariat Islam. Berbagai pemberitaan tentang Taliban yang kejam dan tidak toleran terhadap perempuan menghiasi berbagai media internasional, hingga cap “teroris” pantas disematkan kepada mereka.

Dan ketika muncul seorang ulama bernama Imam Anwar Awlaki, maka dengan serta merta, Usamah bin Laden dianggap mempunyai karakter “sesungguhnya” di dunia maya. Anwar Awlaki lahir pada 22 April 1971 (berarti sekarang berusia 39 tahun) di Las Cruces, New Mexico adalah seorang dosen, dan juga seorang imam. Komentar dan pikirannya banyak tersebar di internet dan dianggap berseberangan dengan proyek anti-terorisme di dunia. Jadi, tidak heran jika kemudian, ia pun diburu.

Pada Natal 2009 kemarin, ia diberitakan telah berhasil dibunuh, namun kemudian ABC News memberitakan bahwa ia masih hidup. Sampai sekarang, keberadaannya yang jelas dan pasti masihlah belum diketahui. Patut kita tunggu, siapa yang teroris sebenarnya. (sa/islamicawakening)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang