India Akan Menarik 15.000 Pasukannya Dari Kashmir
India akan menarik pasukan tentaranya dari wilayah Jammu dan Kashmir. Ini merupakan bagian upaya menciptakan perdamaian di wilayah itu. Menurut sumber dari kalangan pemerintah India, di mana pemerintah India akan menarik 15.000 tentara dari wilaylah sengketa Jammu dan Kashmir.
Rencana ini dilansir dari Perdana Menteri India, Manmohan Singh, Kamis kemarin, dan ia menyatakan 'ingin' melakukan pembicaraan perdamaian dengan Kashmir yang terletak di wilayah kaki gunung Himalya. Sebelumnya para aktivis yang membela hak-hak rakyat kashmi yang berada di ibukota India, New Delhi, menginginkan agar pasukan militer India ditarik dari wilayah Jammu dan Kashmir. Termasuk pembebasan sejumlah tahanan, dan penyelidikan atas pelanggaran hak-hak asasi manusia, yang dialami para tahanan yang ada dipenjara-penjara.
Tentu, yang menjadi masalah tuntutan penduduk Kashmir yang menginginkan dilangsungkannya referendum guna menentukan kemerdekaan bagi Kashmir. Pengiriman pasukan militer oleh India, tak lain mengantisipasi keinginan rakyat Kashmir yang menginginkan kemerdekaan dari India.
India memindahkan 4.000 pasukannya dari perbatasan dengan Pakistan, ke dalam wilayah Kashmir. Kini, diperkirakan jumlah pasukan India, jumlah mencapai 500.000 pasukan keamanan, termasuk tentara, dan pasukan polisi yang digelar di Kashmir.
Langkah pemerintah India yang menginginkan pembicaraan damai dengan Kashmir, tak lain ekses dari konferensi yang digelar oleh seluruh organisasi partai politik yang pro-kemerdekaan yang mempunyai hubungan dekat dengan Paksitan.
Namun, sebagian para pejabat militer di Pakistan, masih belum pasti penarikan pasukan India, karena kemungkinan hanya akan ada pemindahan (redeployment) pasukannya yang akan dipindahkan ke wilayah lainnya, ujar Letkol Biplab Nath.
Perdana Menteri India, Mahmohan Singh, sesudah mengunjungi Kashmir ingin agar kekuatan militer India yang ada di Kashmir digantikan oleh pasukan polisi. Ini tak lain Sing ingin menciptakan situasi yang lebih kondusif. Khawatir situasi yang ada di Afghanistan dan Pakistan menjalar ke India. (m/wb)
Lainnya (Arsip)
- PAS Malaysia : Kalau Mau Poligami, Nikahilah Para Janda Atau Ibu Tunggal
Jumat, 30/10/2009 08:25 WIB - Terungkap, Karadzic Ancam Bantai 300 Ribu Muslim Bosnia
Jumat, 30/10/2009 07:42 WIB - Erdogan : Turki Adalah Poros Baru Stabilitas Timur Tengah
Jumat, 30/10/2009 07:41 WIB - Mursyid Ikhwan : Organisasi Arab Halangi Umat Islam ke Palestina
Kamis, 29/10/2009 16:15 WIB - Pimpinan "Kelompok Islam Radikal" Tewas dalam Operasi Penyerbuan FBI
Kamis, 29/10/2009 16:07 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




