Indonesia Ribut Soal Gelar "Kiyai", Mesir Ributkan Gelar "Habib"

Beberapa hari yang lalu, di tanah air Indonesia heboh kontroversi gelar "Kiyai" yang mencuat pasca pertemuan Forum Pengasuh Pesantren dan Habaib (FP2H) Se-Jawa Madura di Kediri, Jawa Timur, yang menegaskan bahwa haram hukumnya memakai gelar "Kiyai" bagi yang tidak punya pondok pesantren.
Kontroversi soal serupa juga terjadi di belahan negara Muslim lainnya, yaitu Mesir. Minggu-minggu ini, di Mesir tengah mengemuka kontroversi pemberian gelar "Syarif" atau keturunan Nabi Muhammad, yang di Indonesia populer disebut "Habib".
Surat kabar Mesir al-Yaum as-Sabi (18/2) melansir, kontroversi tersebut mencuat pasca Mufti Agung Mesir, Syaikh Dr. Ali Gum'ah merilis fatwa yang menetapkan bahwa keturunan Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib (az-Zaynabiyyun) juga sebagai para Asyraf atau Habaib.
Fatwa Grand Mufti Mesir tersebut segera mendapat penolakan dan kecaman dari beberapa anggota Sindikat Keturunan Nabi (Niqabah al-Asyraf/ Syndicate of Ashrafs)) Mesir. Shubhi ar-Rifa'i, mantan ketua Niqabah al-Asyraf menyebut Gum'ah sebagai orang awam yang tak tahu urusan para keturunan sejati Rasulullah itu.
"Mufti tidak berhubungan dengan permasalahan nasab Rasulullah ini. Para Asyraf hanya terbatas pada keturunan Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Thalib saja," kata Rifa'i.
Gum'ah merilis fatwanya pasca pengaduan beberapa keturunan Rasulullah dari jalur non-Hasan-Husain, yaitu dari jalur anak-anak Ali bin Abi Thalib lainnya, semisal Zainab, Ja'far, Ali, dan Uqail, yang meminta mereka untuk dijadikan anggota Niqabah al-Asyraf.
Di sisi yang lain, Mahmud Farag, Penasehat Komunikasi pada Niqabah menyatakan bahwa Niqabah meminta fatwa kepada Gum'ah terkait permohonan dan pengaduan para keturunan Rasulullah dari jalur non-Hasan-Husain itu.
"Fatwa Mufti Agung itulah yang kemudian memutuskan duduk perkaranya," kata Farag.
Selain diributkan masalah nasab non-Hasan-Husain, Niqabah al-Asyraf juga tengah didera masalah pembagian tirkah sedekah (tabarru'at) yang banyak mereka terima dari umat Muslim. Beberapa pengurus Niqabah tingkat daerah menuntut Niqabah pusat untuk membagikan tirkah sedekah itu secara adil dan merata. (ags/ys)
Lainnya (Arsip)
- 120 Cambukan Untuk Pria Beristri Enam di Saudi
Kamis, 18/02/2010 18:10 WIB - Mesir Tolak Keikutsertaan Hamas dalam KTT Liga Arab
Kamis, 18/02/2010 16:53 WIB - Khemenei: Clinton Menebar Dusta di Teluk Arab
Kamis, 18/02/2010 16:51 WIB - Mossad Mulai Gerilya untuk Selamatkan Muka Israel
Kamis, 18/02/2010 15:51 WIB - Gara-gara Film "Tintin", Stasiun TV Turki di Denda Puluhan Ribu Dolar
Kamis, 18/02/2010 14:19 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




