Indonesia Ribut Soal Gelar "Kiyai", Mesir Ributkan Gelar "Habib"

Jumat, 19/02/2010 07:56 WIB | Arsip | Cetak

Ilustrasi: Para Habaib, sumber: hamzajennings.com

Beberapa hari yang lalu, di tanah air Indonesia heboh kontroversi gelar "Kiyai" yang mencuat pasca pertemuan Forum Pengasuh Pesantren dan Habaib (FP2H) Se-Jawa Madura di Kediri, Jawa Timur, yang menegaskan bahwa haram hukumnya memakai gelar "Kiyai" bagi yang tidak punya pondok pesantren.

Kontroversi soal serupa juga terjadi di belahan negara Muslim lainnya, yaitu Mesir. Minggu-minggu ini, di Mesir tengah mengemuka kontroversi pemberian gelar "Syarif" atau keturunan Nabi Muhammad, yang di Indonesia populer disebut "Habib".

Surat kabar Mesir al-Yaum as-Sabi (18/2) melansir, kontroversi tersebut mencuat pasca Mufti Agung Mesir, Syaikh Dr. Ali Gum'ah merilis fatwa yang menetapkan bahwa keturunan Sayyidah Zainab binti Ali bin Abi Thalib (az-Zaynabiyyun) juga sebagai para Asyraf atau Habaib.

Fatwa Grand Mufti Mesir tersebut segera mendapat penolakan dan kecaman dari beberapa anggota Sindikat Keturunan Nabi (Niqabah al-Asyraf/ Syndicate of Ashrafs)) Mesir. Shubhi ar-Rifa'i, mantan ketua Niqabah al-Asyraf menyebut Gum'ah sebagai orang awam yang tak tahu urusan para keturunan sejati Rasulullah itu.

"Mufti tidak berhubungan dengan permasalahan nasab Rasulullah ini. Para Asyraf hanya terbatas pada keturunan Hasan dan Husain bin Ali bin Abi Thalib saja," kata Rifa'i.

Gum'ah merilis fatwanya pasca pengaduan beberapa keturunan Rasulullah dari jalur non-Hasan-Husain, yaitu dari jalur anak-anak Ali bin Abi Thalib lainnya, semisal Zainab, Ja'far, Ali, dan Uqail, yang meminta mereka untuk dijadikan anggota Niqabah al-Asyraf.

Di sisi yang lain, Mahmud Farag, Penasehat Komunikasi pada Niqabah menyatakan bahwa Niqabah meminta fatwa kepada Gum'ah terkait permohonan dan pengaduan para keturunan Rasulullah dari jalur non-Hasan-Husain itu.

"Fatwa Mufti Agung itulah yang kemudian memutuskan duduk perkaranya," kata Farag.

Selain diributkan masalah nasab non-Hasan-Husain, Niqabah al-Asyraf juga tengah didera masalah pembagian tirkah sedekah (tabarru'at) yang banyak mereka terima dari umat Muslim. Beberapa pengurus Niqabah tingkat daerah menuntut Niqabah pusat untuk membagikan tirkah sedekah itu secara adil dan merata. (ags/ys)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang