Inggris Jamu Penjahat Perang Dari Israel, Menuai Protes
.jpg)
Aktivis pro-Palestina dan anggota legislatif Inggris memprotes sikap pemerintahan Inggris yang dianggap terlampau berlebihan menjamu Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak. Mereka menilai Ehud Barak lebih layak ditangkap karena telah melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina saat agresi militer Israel ke Jalur Gaza bulan Januari lalu.
Aktivis dan sejumlah anggota legislatif diantaranya sembilan anggota parlemen dari Partai Buruh-partai yang berkuasa di Inggris saat ini-menggelar aksi unjuk rasa menentang kedatangan Barak ke Inggris, tepatnya ke Brighton, sebuah resor di pesisir pantai selatan Inggris pada Selasa (29/9), tempat berlangsungnya konferensi tahunan Partai Buruh.
Aksi unjuk rasa memprotes kedatangan Barak itu diorganisir oleh kelompok Palestine Solidarity Campaign (PSC). Sekjen PSC, Betty Hunter di tengah aksi protes mengatakan, sikap pemerintah Inggris sungguh memalukan karena telah berhubungan dan melakukan pertemuan dengan Ehud Barak, pejabat Israel yang telah melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina.
"Sebagai pihak yang terikat kontrak dengan Konvensi Jenewa, pemerintah Inggris seharusnya menangkap Barak karena telah melakukan kejahatan perang, dan bukan menjamunya makan malam," tukas Hunter.
Selain menghadiri konferensi tahunan Partai Buruh, Barak rencananya juga akan bertemu dengan Menlu Inggris David Miliband hari ini, Rabu (30/9). Miliband menyatakan sangat senang bisa bertemu dengan Barak.
Bersamaan dengan aksi protes terhadap kedatang Barak di Brighton, di London, pengacara Tayeb Ali mengajukan permohonan yang ditandatangani sejumlah pengacara Inggris ke pengadilan magistrasi kota Westminster. Para pengacara itu meminta agar pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ehud Barat atas tuduhan kejahatan perang di Jalur Gaza. Namun pihak pengadilan menolak permohonan itu dengan alasan kekebalan hukum diplomatik.
Ehud Barak, adalah salah satu pejabat pemerintahan Israel yang menjadi otak agresi Israel ke Jalur Gaza pada Januari 2009 lalu. Agresi brutal Israel selama 22 hari itu menewaskan sekitar 1.400 warga Gaza yang tak berdosa dan lebih dari 900 orang luka-luka.
Richard Goldstone, ketua tim pencari fakta PBB yang menyelidiki agresi Israel itu menyimpulkan bahwa tentara-tentara Zionis Israel sengaja menjadikan warga sipil Gaza sebagai target serangan mereka. Goldstone, yang berprofesi hakim asal Afrika Selatan itu merekomendasikan tindakan hukum terhadap para pejabat pemeirntah dan militer Israel yang terlibat dalam agresi militer tersebut. Namun sampai kini, belum ada langkah hukum yang dilakukan untuk mengadili para penjahat perang itu. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Ada Usamah bin Laden dengan Kaos "I Love Guantanamo" di Stasiun Kereta AS
Rabu, 30/09/2009 08:37 WIB - Sutradara Yahudi dan Skandal Seks 30 Tahun Yang Baru Diungkap
Rabu, 30/09/2009 08:05 WIB - Bilakah The Simpson Menjadi Alat Perdamaian Palestina?
Rabu, 30/09/2009 07:44 WIB - Taliban Masih Menguasai Afghanistan
Rabu, 30/09/2009 05:53 WIB - Dua Agen CIA Diklaim Tewas di Tangan Al-Shabaab
Selasa, 29/09/2009 16:23 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




