Insiden Polisi Tembak Polisi di Afghanistan, Empat Orang Tewas
.jpg)
Insiden polisi menembak polisi terjadi di provinsi Nimroz, sebelah barat daya Afghanistan. Seorang polisi melepaskan tembakan membabibuta yang menyebabkan empat rekannya sesama polisi tewas.
Menurut keterangan gubernur Nimroz, insiden terjadi pada hari Sabtu malam dan penyebabnya adalah kesalahpahaman antar teman. Mereka membantah insiden ini ada kaitannya dengan makin gencarnya perlawanan kelompok Taliban di provinsi itu.
"Peristiwanya terjadi di distrik Khashrod, seorang polisi bersitegang dengan beberapa koleganya. Polisi itu lalu melepaskan tembakan serampangan dan menyebabkan empat polisi tewas," kata Gubernur provinsi Nimroz, Ghulam Dastagir Azad.
"Pelaku penembakan lalu kabur dengan mobil milik warga ke arah distrik Dilaram dan melintasi sebuah pos keamanan militer Afghanistan tanpa berhenti, sehingga tentara menembaknya," sambung Azad.
Masih menurut Dastagir, pelaku sempat membalas tembakan itu sebelum akhirnya tewas oleh tembakan tentara tadi. Azad membantah spekulasi yang mengatakan bahwa polisi pelaku penembakan itu kemungkinan anggota Taliban, yang dalam beberapa tahun belakangan ini makin gencar melakukan perlawanan di kawasan itu.
"Saya tidak yakin polisi itu seorang Taliban karena dia tidak mencuri senjata polisi-polisi yang ia tembak dan ia tidak membawa pergi mobil polisi, tapi mobil milik warga. Polisi itu asal provinsi Logar, kami mengira dia mengalami sedang mengalami gangguan kejiwaan. Kami akan menyelidiki kasus ini," ujar Azad.
Polisi Afghanistan menjadi ujung tombak dalam perang AS melawan kelompok islamis Taliban. Banyak polisi Afghanistan yang menjadi sasaran serangan balasan para pejuang Taliban. Polisi-polisi Afghanistan dilatih oleh militer AS namun kondisi sebagian besar polisi Aghanistan jauh dari bekualitas. Mereka digaji dengan murah, persenjataan mereka minim, mereka menjadi korban tingginya korupsi di kalangan pejabat kepolisian Afghanistan dan banyak diantara polisi Afghanistan yang menjadi pecandu narkoba.
Awal bulan November kemarin, seorang polisi Aghanistan menembak mati lima tentara Inggris yang sedang memberikan pelatihan. Taliban mengklaim bertanggungjawab atas insiden yang terjadi di provinsi Helmand itu. (ln/dawn/iol)
Lainnya (Arsip)
- Banjir Besar di Jeddah, Teguran Allah Untuk Pemerintah Saudi?
Senin, 30/11/2009 16:38 WIB - Lima Peristiwa Besar Dunia, Sepanjang Tahun 2009
Senin, 30/11/2009 15:56 WIB - Dubai, Negara Impian Bangkrut Yang Terlilit Utang
Senin, 30/11/2009 15:35 WIB - Uni Eropa : Menjadi Imperium Kristen?
Senin, 30/11/2009 12:39 WIB - Mengapa Harus 2013 Jenderal?
Senin, 30/11/2009 12:07 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




