Intelejen AS: Teroris Boleh Langsung Dibunuh
.jpg)
AS akan mengejar warga negaranya yang dicurigai sebagai teroris sampai ke luar negeri. Lembaga intelejen AS bahkan sudah memberi lampu hijau pada agen-agen intelejennya untuk membunuh target jika dianggap berpotensi mengancam keamanan nasional.
Direktur Intelejen Nasional AS, Dennis Blair di hadapan komite intelejen Dewan Perwakilan Rakyat AS, Rabu (3/2) menyatakan, pemerintah AS bisa menangkap warga negaranya di luar yang dianggap berpotensi melakukan serangan teroris. Ia menambahkan, pemerintah bisa mengambil "tindakan langsung" terhadap warga AS yang dinilai mengancam keselamatan warga AS lainnya.
"Kami akan langsung mengambil tindakan terhadap para teroris. Tindakan langsung bisa kemungkinan dibunuh dan secara spesifik kami sudah mendapat ijin untuk melakukan itu," kata Blair.
Siapa saja yang dianggap membahayakan keamanan AS dan boleh "dihabisi" ditentukan oleh Dewan Keamanan Nasional dan Departemen Kehakiman AS. Pernyataan Blair menguatkan sejumlah laporan yang mencuat belakangan ini, bahwa Presiden Barack Obama sudah menyetujui kebijakan untuk membunuh warga AS yang dicurigai terlibat aktivitas terorisme di negara-negara lain. Kebijakan itu juga dijalankan selama masa pemerintahan mantan presiden AS sebelumnya, George W. Bush sebagai bagian kampanyenya "perang melawan teror."
Lebih lanjut Blair mengatakan, ia tidak ingin rakyat AS melihat kebijakan intelejen itu akan membahayakan kehidupan rakyat. "Justeru kami tidak mau ceroboh yang bisa membahayakan kehidupan mereka, seperti negara ini menerapkan kebijakan-kebijakan untuk melindungi sebagian besar negara," dalih Blair. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Dan Bendera AS pun Dibakar di Pakistan
Jumat, 05/02/2010 13:05 WIB - Pemilu Pertama Di Arab Saudi?
Jumat, 05/02/2010 10:42 WIB - Anwar Awlaqi: Umar Faruq adalah Murid Saya
Jumat, 05/02/2010 10:13 WIB - Dan Nominasi Oscar 2010 Jatuh Kepada, Yahudi!
Jumat, 05/02/2010 10:12 WIB - Menlu Israel Ancam Akan Gulingkan Presiden Suriah
Jumat, 05/02/2010 09:57 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




