Iran Serahkan Bukti AS Culik Ilmuwan "Nuklir"nya ke Kedubes Swiss

Pemerintah Iran menyerahkan setumpuk dokumen pada Kedutaan Besar Swiss, negara yang mewakili kepentingan AS di Iran. Dokumen-dokumen itu membuktikan bahwa AS telah menculik Shahran Amiri, seorang ilmuwan Iran yang hilang secara misterius saat melakukan ibadah haji di Arab Saudi dua tahun yang lalu.
Selama dua tahun menghilang, belakangan ini muncul tiga rekaman video yang diyakini sebagai Amiri. Namun rekaman video itu makin mengaburkan informasi dimana keberadaan Amiri yang sebenarnya, meski diyakini bahwa Amiri kini berada di AS.
AS selalu membantah tuduhan telah menculik Amiri. Tapi laporan ABC News bulan Maret kemarin menyebutkan bahwa ilmuwan Iran itu membelot ke AS dan membantu CIA mengumpulkan informasi tentang program nuklir Iran. Dalam dua rekaman videonya terdahulu, yang muncul pada tanggal 8 Juni 2010, seorang lelaki dalam video itu mengaku sebagai Amiri dan mengatakan bahwa dirinya diculik oleh agen-agen intelijen Saudi dan Iran. Dalam penyekapan ia mengalami siksaan dan dipaksa mengaku bahwa dirinya sudah membelot ke AS dan kini tinggal di Tucson, Arizona.
Dalam rekaman video kedua, lelaki yang mengklaim sebagai Amiri mengatakan bahwa ia tinggal di AS atas kemauannya sendiri. Sedangkan di rekaman video ketiga yang sempat disiarkan televisi Iran akhir Juni kemarin, "Amiri" mengecam rekaman video kedua dan menyebutnya sebagai "video palsu". Ia juga mengatakan berhasil meloloskan diri dari penculikan itu.
Menurut keterangan pemerintah Iran, Amiri adalah salah satu ilmuwan Iran yang bekerja sebagai peneliti di Universitas Teheran. Laporan-laporan lainnya menyebutkan bahwa Amiri bekerja di badan energi atom Iran serta punya banyak informasi tentang program nuklir Iran. (ln/bbc)
Lainnya (Arsip)
- Mesir Hancurkan Ratusan Terowongan Warga Gaza
Senin, 05/07/2010 15:33 WIB - Mengapa Era Dagan Berakhir?
Senin, 05/07/2010 15:00 WIB - Turki Akan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Israel?
Senin, 05/07/2010 14:35 WIB - Diancam Bom, Bandara JFK "Lumpuh" Selama 2,5 Jam
Senin, 05/07/2010 14:32 WIB - Menteri Prancis Mundur Setelah Terkait Korupsi, Beda dengan Indonesia
Senin, 05/07/2010 13:46 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




