Ismail Haniyah Ingin Dialog dengan Kelompok Negara Kwartet
PM Palestina Ismail Haniyah, menyampaikan keinginannya untuk berdialog dengan kelompok negara kwartet internasional guna membantu penyelesaian konflik antara Israel dan Palestina. Dalam sambutannya di hadapan Dewan Parlemen (27/3), Haniyah memaparkan struktur pemerintahannya sekaligus program yang diperjuangkannya. “Saya yakin bahwa pemerintah kita siap berdialog dengan tim negara kwartet (AS, Rusia, PBB dan Eropa), untuk membahas semua cara guna mengakhiri konflik dan mewujudkan ketenangan di Timur Tengah,” ujarnya.

Ia menyatakan juga bahwa hingga saat ini pihak Palestina masih menanti sikap tim negara kwartet tersebut untuk cenderung pada norma keadilan dan objektifitas dalam rangka mewujudkan perdamaian menyeuruh dan adil di Timur Tengah. “Jangan ada pihak yang dicenderungi dengan mengabaikan pihak lain. Juga agar menghentikan upaya yang menghalangi bantuan atas rakyat Palestina setelah mereka melakukan pemilu secara demokratis,” tandasnya.
Menurutnya, Hamas akan tetap berinteraksi dengan sejumlah kesepakatan damai yang telah ada, tapi hanya dengan syarat hasilnya memang benar-benar memberi kemaslahatan bagi rakyat Palestina. Di sisi lain ia juga menegaskan bahwa menjadi hak bangsa Palestina adalah melakukan perlawanan bersenjata terhadap pendudukan Israel.
Dalam kesempatan yang sama, Haniyah juga meminta pemerintah AS untuk merevisi ulang pandangan dan sikap politiknya terhadap rakyat Palestina dan melakukan aktifitas yang bersih dan bertanggung jawab, tidak memotifasi penjajahan, menghentikan politik standar ganda dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. “Pemerintah AS yang menyerukan bangsa dunia untuk melakukan demokratisasi, dan menghormati pilihan rakyat, harus menjadi pihak yang pertama kali menghormati proses demokrasi dan bukan menghimpitnya dengan ancaman dan kecaman,” ujar Haniyah.
Lainnya (Arsip)
- Kasus Pindah Agama di Afghanistan Ditutup, Tersangkanya Dibebaskan
Selasa, 28/03/2006 12:25 WIB - Buku-Buku Anti Bush Membanjiri Toko-Toko Buku di AS
Selasa, 28/03/2006 11:51 WIB - Tony Blair: Perang di Irak dan Afghanistan Penentu Kemenangan Nilai-Nilai Barat
Senin, 27/03/2006 19:47 WIB - Di Kanada, Serangan terhadap Mahasiswa Muslim Meningkat
Senin, 27/03/2006 15:04 WIB - Aksi Boikot Berlanjut, Denmark Akhirnya Undang Tokoh-Tokoh Islam Dunia
Senin, 27/03/2006 13:02 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




