Merasa Selalu Terancam, Israel Akhirnya Sepakat Beli 19 Pesawat F-35
Amerika Serikat dan Israel telah mencapai kesepakatan terkait penjualan pesawat temput jet F-35 fighter, yang penjualan pesawat ini merupakan penjualan pertama pesawat canggih tersebut kepada pihak asing.
"Bola ada di tangan mereka," kata Wakil Laksamana Jeffrey Wieringa, yang mengepalai Defense Security Cooperation Agency Pentagon kepada Reuters di Farnborough Airshow.
"Saya sedang menunggu mereka untuk membuat keputusan setiap hari," kata Wieringa, yang pensiun pada akhir bulan.
Para pengamat mengatakan kesepakatan pembelian pesawat temput itu bernilai sekitar 3 miliar dolar.
"Ketika mereka pilih F-35, kami percaya ini adalah bukti kemampuan jet tempur kami," kata Steve O'Bryan, wakil presiden perusahaan Lockheed Martin untuk pengembangan bisnis pesawat F-35, Reuters mencatat bahwa Israel menghadapi beberapa tantangan keamanan yang tangguh.
Lockheed Martin mengatakan dalam waktu dekat akan tercapai kesepakatan dengan pemerintah AS pada pengadaan batch keempat dari 32 pesawat tempur F-35, dan kesepakatan bisa datang "kapan saja."
Israel akan menjadi negara asing pertama yang menandatangani perjanjian untuk membeli pesawat F-35 di luar delapan mitra internasional yang telah membantu mengembangkan pesawat canggih tersebut.
Kesepakatan ini sudah ada dalam negosiasi sejak September 2008 lalu, ketika Pentagon pertama kali menyetujui penjualan 25 pesawat dengan kemungkinan peningkatan jumlah penjualan menjadi 50 pesawat lainnya di tahun-tahun mendatang.
Pesawat tempur F-35 adalah hasil pengembangan dari pesawat X-35 dalam program Joint Strike Fighter. Pesawat ini adalah pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin tunggal, yang dapat melakukan banyak fungsi, antara lain pertempuran udara-ke-udara, dukungan udara jarak dekat, dan pengeboman taktis. Pengembangan pesawat ini dibiayai oleh Amerika Serikat, Britania Raya dan beberapa negara lainnya. Pesawat ini dikembangkan dan diproduksi oleh industri kedirgantaraan yang dipimpin oleh Lockheed Martin serta dua rekan utamanya, BAE Systems dan Northrop Grumman. Pesawat demonstrasi pertama kali terbang pada tahun 2000, dan pesawat versi produksi pertama kali terbang pada 15 Desember 2006.(fq/reu)
Lainnya (Arsip)
- Rekaman Terbaru Syaikh Ayman: Ejek Obama dan Sebut Mubarak Antek Zionis
Selasa, 20/07/2010 08:29 WIB - Sekjen NATO: AS dan Sekutunya terlalu Remehkan Perang Afghanistan
Selasa, 20/07/2010 08:04 WIB - Serangan Bom di Irak Tewaskan Pasukan Keamanan Inggris
Selasa, 20/07/2010 07:57 WIB - Media AS: Pasca Peristiwa 9/11 Komunitas Intelijen Menjamur di Amerika
Selasa, 20/07/2010 07:48 WIB - Menteri Imigrasi: Larangan Cadar Bertentangan dengan Karakter Negara Inggris
Senin, 19/07/2010 16:22 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




