Usai Piala Dunia, Delapan Kapal Bantuan Menuju Gaza

Pimpinan Hamas Mahmoud Zahar menyatakan, kapal-kapal yang membawa misi bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza jumlahnya kemungkinan lebih banyak dari yang diperkirakan Israel. Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa Mesir akan membantu Israel untuk menghentikan kapal-kapal tersebut.
Dalam wawancara dengan surat kabar Inggris The Independent, Zahar mengungkapkan bahwa sedikitnya delapan kapal akan berlayar menuju Gaza begitu ajang Piala Dunia selesai, dan jumlah kapal yang menuju Gaza kemungkinan terus bertambah pada selama bulan Ramadan yang diperkirakan akan jatuh mulai 11 Agustus mendatang.
Zahar juga mempertanyakan pihak-pihak yang menolak kehadiran kapal Iran dalam misi bantuan tersebut. "Kemana moralitas Anda. Jika Iran ingin memberikan bantuan makanan dan obat-obatan, pembenaran macam apa yang melarang bantuan itu, berikan dasar-dasar larangannya jika ada dalam alkitab," tukas Zahar.
Pimpinan Hamas itu juga mengungkapkan kemungkinan Mesir menghentikan misi kapal-kapal bantuan tersebut. Zahar mengingatkan bahwa kapal-kapal itu--sama halnya dengan kapal-kapal Israel--punya hak untuk berlayar kemana saja berdasarkan hukum internasional. "Mesir tidak akan bisa menghentikan mereka," tandas Zahar.
Dalam wawancara itu Zahar juga mengkritik negara-negara Barat yang menolak menerima kemenangan Hamas dalam pemilu di Palestina. Ia menuding negara-negara Barat ingin menciptakan "Karzai baru" di Palestina. Karzai yang dimaksud adalah Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang menjadi presiden boneka AS di Afghanistan.
"Mengapa Barat memboikot Hamas? Karena mereka menginginkan Karzai baru di Palestina," ungkap Zahar.
Blokade di Gaza, lanjut Zahar, sudah memenuhi definisi "terorisme" versi Barat, karena yang digunakan adalah kekerasan untuk mempengaruhi sikap para korbannya. "Saya tanyakan pada Anda (Barat), mengapa Anda menerima blokade ini selama empat tahun?" imbuhnya.
Zahar juga menegaskan kembali sikap Hamas untuk menolak tuntutan dunia internasional agar Hamas mengakui eksistensi Israel, mematuhi kesepakatan-kesepakatan Palestina dan Israel yang dibuat di masa lalu dan tuntutan agar Hamas menghentikan cara kekerasan dalam menghadapi Israel.
"Apa perbatasan Israel yang nyata? Bagaimana dengan pendudukan di Yerusalem, di Dataran Tinggi Golan? Israel yang harus menghentikan cara-cara kekerasan. Dan saya meminta negara Anda (Inggris), lalu Amerika untuk menghentikan kekerasan di Afghanistan, Irak, Pakistan, baru kemudian kita bicara tentang penghentian kekerasan," tandas Zahar. (n/Ynet/hrz)
Lainnya (Arsip)
- Pensiunan Jenderal Israel: Tel Aviv Lebih Baik Menyerah dengan Tuntutan Hamas
Senin, 28/06/2010 16:22 WIB - G-20 Berakhir Dengan Perselisihan Kebijakan Fiskal
Senin, 28/06/2010 16:09 WIB - Netanyahu Akan Pecat Pimpinan Mossad, Meir Dagan
Senin, 28/06/2010 16:06 WIB - Erdogan: Hubungan dengan Israel akan Pulih Dengan 4 Syarat
Senin, 28/06/2010 15:08 WIB - Reality Show TV Malaysia, Cari Imam Muda
Senin, 28/06/2010 14:03 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




