Israel Boikot Konferensi Anti-Rasisme

Kamis, 20/11/2008 10:29 WIB | Arsip | Cetak

Israel menyatakan menolak pelaksanaan konferensi anti-rasisme "Durban II" yang akan digelar PBB dan memutuskan untuk tidak hadir ke konferensi itu.

Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni dalam keterangannya mengatakan, Konferensi Durban II tidak ada sangkut pautnya dengan upaya memerangi rasisme. "Atas alasan itu, saya memutuskan bahwa Israel tidak akan berpartisipasi dan tidak mau mengakui pelaksanaan Konferensi Durban II," ujar Livni seperti dilansir surat kabar Israel Haaretz.

Lebih lanjut Livni mengatakan, konferensi itu hanya dimanfaatkan untuk mencari legitimasi atas sikap kebencian dan ektrimisme dengan dalih melawan rasisme.

PBB akan menggelar Konferensi Durban II, bertajuk "The World Conferensi against Racism, Racial Discrimination, Xenophobia and Related Intolerance" di Jenewa bulan April mendatang. Konferensi ini adalah tindak lanjut dari Pertemuan Tingkat Tinggi Durban tahun 2001 di Afrika Selatan yang membahas isu yang sama.

Livni bisa jadi menolak ikut dalam konferensi itu karena tidak mau Israel menjadi sasaran kecaman lagi seperti yang terjadi saat pelaksaan pertemuan tingkat tinggi di Durban I. Dalam konferensi yang diorganisir oleh Komisi Tinggi HAM PBB tersebut, tindakan sewenang-wenang dan penindasan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina menjadi salah satu agenda pembahasan dan Israel menuai kecaman keras dari para peserta.

Dan pada bulan Agustus 2008, utusan negara-negara Afrika yang berjumlah 21 orang membahas rencana konferensi di Jenewas dan merekomendasikan pembahasan antara lain tentang "kondisi rakyat Palestina dibawah penjajahan Israel."

Sementara itu, AS, Inggris, Belanda dan Prancis juga menyatakan akan memboikoit Konferensi Durban II, jika hubungan antara Israel dan Palestina tetap tegang. Belakangan Israel mengancam akan kembali menggelar operasi militer besar-besaran ke Jalur Ghaza, jika pejuang Palestina tidak menghentikan tembakan roketnya ke Israel. Israel menuding pejuang Palestina telah merusak kesepakatan gencatan senjata, padahal tentara-tentara Israel yang diam-diam masuk ke Jalur Ghaza dan melakukan provokasi.

Israel juga mengabaikan desakan PBB dan dunia internasional untuk menghentikan blokade di Jalur Ghaza. Alih-alih memberikan izin truk-truk pembawa bantuan kemanusiaan melewati perbatasan, rezim Zionis Israel sejak Rabu kemarin kembali menutup semua perbatasan di Gaza.(ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang