Israel Dibalik Kekisruhan Dalam Negeri Pakistan

Senin, 23/11/2009 16:59 WIB | Arsip | Cetak

Analis AS Jeff Gates mencurigai keterlibatan Israel dalam kekisruhan politik dan sejumlah aksi-aksi kekerasan yang terjadi di negara Pakistan. Menurut Gates, Israel sengaja ingin mengganggu stabilitas Pakistan, salah satu negara di Asia yang memiliki fasilitas pengembangan nuklir ini, sebagai bagian dari kebijakan ekspansi kaum nasionalis Yahudi.

Dalam analisanya Gates menyatakan bahwa Israel melakukan taktik manipulasi untuk mengganggu stabilitas dalam negeri Pakistan dengan tujuan akhir, perang sesuai dengan motto badan intelejen Israel, Mossad "kobarkan kan perang dengan cara manipulasi".

Aliansi Indo-Israel

Gates menyatakan, sepak terjang para agen dan provokator Israel di Pakistan dimulai dalam peristiwa terbunuhnya mantan perdana menteri Pakistan Benazhir Bhutto pada bulan Desember 2007. Mark Spiegel, seorang Yahudi yang menulis buku biografi Bhutto dan seorang pelobi Zionis memainkan peranannya dengan meyakinkan para diplomat AS bahwa kembalinya Bhutto adalah satu-satunya cara yang bisa dijadikan alasan untuk menjaga stabilitas dan mempertahankan posisi Pervez Musharraf di kursi kepresidenan Pakistan.

Israel tidak terlalu menyukai Bhutto yang selama dua masa jabatannya sebagai perdana menteri Pakistan dianggap memberikan dukungan pada kelompok Taliban. Bhutto juga dinilai telah memicu konflik dengan India terkait masalah Kashmir sehingga mendorong Israel yang selama ini menjalin aliansi dengan India atau yang dikenal dengan aliansi Indo-Israel, mengirimkan bantuan artilerinya pada India pada masa konflik di kawasan Kirpal, Kashmir.

Aliansi itu terus berlanjut hingga sekarang. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat melontarkan pernyataan bahwa "hubungan Israel dengan India, tidak terbatas dan Israel menjadi pemasok senjata-senjata pertahanan taktis bagi India.

Tentu saja jika Bhutto menjadi ancaman bagi Israel jika kembalinya Bhutto ke panggung politik mendapatkan dukungan dari rakyat Pakistan. Tapi Musharraf sendiri ketika itu membuat Tel Aviv berang karena melontarkan pernyataan bahwa resolusi atas konflik Israel-Palestina sangat esensial, karena resolusi yang sama bisa digunakan untuk menyelesaikan konflik di Irak dan Afghanistan.

Terbunuhnya Bhutto yang menimbulkan krisis di Pakistan dimanfaatkan Israel yang terlanjur kesal dengan pernyataan Musharraf untuk menumbangkannya dari kursi kepresidenan Pakistan. Diangkatlah sosok Asif Ali Zardari, suami Bhutto yang dikenal korup, sebagai presiden Pakistan pengganti Musharraf lewat aliansi dengan AS.

Kebencian Israel pada Pakistan semakin menjadi-jadi, ketika terjadi insiden serangan teroris ke sebuah hostel Yahudi di Mumbai yang dikelola oleh sekte Yahudi ultra otodok, Chabad Lubavitch. Kelompok teroris yang melakukan serangan itu diduga berasal dari Pakistan. Atas peristiwa itu, dari Tel Aviv , Menlu Israel ketika itu Tzipi Livni dengan geram mengatakan "dunia kita sedang diserang" dan Israel akan membentengi keamanan institusi-institusi Yahudi di seluruh dunia.

Setelah peristiwa Mumbai, Pakistan mengintensifkan operasi militernya untuk memburu anggota Taliban. Tapi di sisi lain, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari membuat kesepakatan dengan Taliban dengan mengijinkan pemberlakukan hukum syariah di wilayah yang menjadi basis Taliban.

Kebijakan Pakistan yang dianggap toleran terhadap "ekstrimis Islam" dianggap sebagai ancaman oleh sekutu dekat Pakistan, AS yang berarti ancaman pula bagi sekutu-sekutu dekat AS, seperti Israel. Israel mengkhawatirkan program nuklir Pakistan jika bersikap pemerintah Pakistan bersikap lunak pada kelompok Taliban dan Al-Qaida di negeri itu.

Strategi Dominasi Yahudi

Lebih lanjut Gates yang sudah menulis sejumlah buku dan kerap menjadi penasehat para pengambil keputusan di berbagai negara ini dalam analisanya menulis bahwa seperti juga Irak, Afghanistan dan negara-negara lainnya di dunia, stabilitas dalam negeri Pakistan sudah digoyang oleh sebuah kekuatan dari luar.

Untuk itu Gates mengajukan sejumlah pertanyaan kritis untuk menelusuri adanya keterlibatan Israel dalam sejumlah aksi-aksi kekerasan seperti peristiwa Mumbai tahun 2008, pembunuhan Bhutto, sampai krisis hubungan bilateral antara Pakistan-India yang menurut sengaja diciptakan. Gates mengaitkan semua peristiwa itu dengan upaya ekspansi kaum kolonialis Zionis ke wilayah Asia.

Publik dunia selayaknya sadar akan ambisi Zionis Israel untuk melebarkan pengaruhnya ke seluruh dunia. Gates mengingatkan sebuah polling yang dilakukan pada bulan Oktober 2003 lalu dengan melibatkan sekitar 7.500 responden dari negara-negara anggota Uni Eropa. Mayoritas responden dalam polling itu menyatakan bahwa Israel merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dunia. (ln/wb)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta

Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…


Aksi Cepat Tanggap

ACT Bantu Korban Banjir Tangerang

Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...

BNI Syariah Serahkan Beasiswa Lagi
Komitmen BNI Syariah dalam mencerdaskan anak bangsa dan mengembangkan pendidikan nasional serta perwujudan program Manajemen Syukur, BNI Syariah menyerahkan beasiswa kepada 7 ...


Peluang