Israel Janji Akan Selidiki Tewasnya Wartawan Reuters
.jpg)
Puluhan wartawan menggelar aksi unjuk rasa di Ramallah, Tepi Barat, Minggu (20/4) memprotes serangan yang dilakukan pasukan rejim Zionis Israel terhadap rekan mereka, Fadel Shanaa seorang juru kamera Reuters. Sambil mengusung tandu dan membawa kamera serta tripod, para wartawan itu membentangkan spanduk yang bertuliskan "Penjajah bertanggung jawab atas darah rekan kami."
Sementara itu, militer Israel berjanji akan melakukan penyelidikan atas tewasnya Shanaa oleh tembakan granat dari tank Israel dalam serbuan Israel ke Jalur Ghaza hari Rabu, pekan kemarin. Shanaa dan rekannya Wafa Abu Mizyed, sedang melakukan liputan ketika kendaraanya diserang tentara Zionis. Padahal kendaraan mereka sudah diberi tanda tulisan "Press" dan "TV" dengan ukuran besar.
Organisasi pemantau hak asasi manusia, Human Right Watch (HRW) menyatakan, setelah melakukan penelitian di lokasi kejadian pihaknya berkesimpulan bahwa tentara Israel telah "dengan sengaja" dan "secara serampangan" mengarahkan tembakan tanknya ke mobil kru Reuters itu.
Direktur HRW untuk wilayah Timur Tengah, Joe Stork dalam pernyataannya mengatakan, "Tentara-tentara Israel tidak memastikan terlebih dahulu bahwa mereka mengarahkan tembakan ke target militerm dan ada bukti yang mengarah bahwa mereka sengaja mengarahkan sasaran ke para wartawan itu."
Israel menolak pernyataan HRW. Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa juru kamera Reuters sedang berada di zona pertempuran ketika pasukannya sedang diserang. "Tuduhan bahwa militer Israel menjadikan wartawan itu sebagai target, sangat tidak berdasar. Pasukan Israel melakukan berbagai upaya untuk menghindari jatuhnya korban yang tidak terlibat dalam aksi-aksi kekerasan, " dalih jubir militer Israel, seraya mengatakan bahwa hasil penyelidikan akan diserahkan ke direktorat hukum militer.
Namun dari hasil rekaman di kamera Shanaa, sesaat sebelum ia tewas, terlihat bahwa tank-tank Israel mengarahkan tembakan ke arahnya. Wartawan lain yang datang ke tempat kejadian, setelah insiden itu terjadi, juga mengungkapkan bahwa tentara Israel mengarahkan tembakan-tembakannya pada mereka. (ln/aljz)
Lainnya (Arsip)
- Putera Kepala Angkatan Bersenjata Belanda, Tewas di Afghanistan
Sabtu, 19/04/2008 21:05 WIB - Rand Corp: Ribuan Veteran Perang Irak dan Afghanistan Alami Gangguan Mental
Jumat, 18/04/2008 18:31 WIB - Pertama Kalinya, Saudi Gelar Festival Film
Jumat, 18/04/2008 17:22 WIB - Dianggap Menghina Islam, Pengadilan Singapura Tuntut Pasangan Suami Isteri
Jumat, 18/04/2008 15:11 WIB - Editor "Jyllands Posten" Diberitakan Tewas Dalam Kebakaran Misterius
Jumat, 18/04/2008 14:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




