Israel Menyatakan "Perang" Terhadap Shehata
Zionis Israel secara tidak langsung mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan "perang kotor" terhadap Hassan Shehata pelatih tim nasional Mesir, menyusul pernyataannya yang menyatakan menolak mentah-mentah atas permintaan Israel yang menginginkan dirinya melatih tim nasional Israel.
Sebelumnya Shehata mengatakan dalam sebuah komentar yang diterbitkan pada hari Selasa pagi kemarin (9/2): "Bagaimana Zionis berpikir bahwa saya akan melatih para pembunuh anak-anak dan orang tua? Bagaimana bisa saya bekerja melatih sebuah tim yang mewakili bangsa penjajah?" Saya lebih suka mati kelaparan daripada melatih Israel," katanya kepada harian Mesir Al-Masry al-Youm.
"Dari sejak saya dilahirkan, saya telah mendengar tentang pembunuhan Israel terhadap orang-orang Arab, Israel menghancurkan desa-desa hingga kota-kota yang ada di Palestina, namun ini pertama kalinya dalam hidup saya, saya mendengar Israel ingin bermain bola," tambahnya.
Anti-Semit
Setelah komentar Shehata diterbitkan, semua media Israel saling bersaing menyoroti komentar Shehata tersebut, dan komentarnya itu menjadi "amunisi" bagi media Israel untuk melancarkan serangan terhadap dirinya, dengan makian dan kata-kata kasar kepadanya, dan juga terhadap Mesir, setelah sebelumnya media-media Israel memuji kejeniusannya dalam melatih tim kesebelasan Mesir, sehingga bisa memenangkan piala Afrika untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Tanggapan berita dari para pembaca yang diterbitkan situs surat kabar Ma'ariv, melebihi dari 250 respon setelah beberapa menit penayangan berita terkait pernyataan Shehata, dan semua tanggapan dan komentar pembaca - ditandai dengan agresivitas dan kecemburuan yang mencerminkan kebencian Israel terhadap semua yang berkaitan dengan Mesir, dan setiap keberhasilan yang dicapai oleh Mesir.
Beberapa komentar bahkan menuduh Shehata sebagai anti-Semit, sementara beberapa komentar dari pembaca yang lain menyerukan perlunya menghukum Shehata oleh federasi sepak bola internasional FIFA.
Sedangkan para pembaca situs surat kabar Yedioth Ahronoth telah membuat pernyataan bahwa alasan Shehata menyatakan hal itu tidak terlepas dari percaturan panggung politik Mesir dan serangan terhadap rezim Mesir yang berkuasa, dan menganggap bahwa hal ini merupakan episode baru dari serial kebencian rakyat Mesir kepada Israel. (fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Misteri Papan Iklan “Miss Me Yet?” George Bush
Rabu, 10/02/2010 08:30 WIB - Pertama Kali Dalam Sejarah, Pangeran Saudi Berjabat Tangan Dengan Pejabat Israel
Rabu, 10/02/2010 06:29 WIB - Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!
Selasa, 09/02/2010 20:07 WIB - Tak Ada Penghormatan Untuk Saddam Hussein Di Negara Arab
Selasa, 09/02/2010 19:43 WIB - Organisasi Islamis, IRO Boleh Beroperasi Lagi Bangladesh
Selasa, 09/02/2010 16:55 WIB
Dunia
Terkait
- Lebih dari 70 Orang Mati Sia Sia dalam Kerusuhan Bola di Port Said Mesir
- Saudi Untuk Pertama Kalinya Akan Izinkan Wanita Hadiri Pertandingan Bola di Stadion
- Hamas Ucapkan Bela Sungkawa kepada Rakyat Mesir Atas Kerusuhan Bola di Port Said
- Polisi Mesir Lepaskan Tembakan Gas Air Mata ke Arah Demonstran Anti Rezim
- Ikhwan Tuduh Ada Tangan Asing Bermain dalam Kerusuhan Bola di Port Said
- Buntut Kerusuhan Bola di Port Said Parlemen Mesir Usul Mendagri Ditahan
- Jelang Pemilu Partai Ikhwan Gelar Lomba Sepeda untuk Pemuda Mesir
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
5 Langkah Pengadaan Sarana Air Bersih di Gunung Kidul, Yogyakarta
Kalau kita mengenal sawah tadah hujan, yakni sawah yang sumber air utamanya dari air hujan, ternyata ada juga beberapa desa di Indonesia yang “hidup” hanya saat musim hujan. Mengapa demikian ? k…
Aksi Cepat Tanggap
ACT Bantu Korban Banjir Tangerang
Setelah menyalurkan bantuan di Perumahan Taman Cikande, Tangerang, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin sore (16/1/2012) kembali bergerak menuju lokasi banjir lainnya. Lokasi itu adalah Desa Patrasan…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




