Israel Murka, Serial TV Turki Perlihatkan Tentara Israel Tembaki Anak-Anak

Menteri luar negeri Israel memerintahkan duta besar Turki dipanggil untuk memprotes serial televisi publik Turki yang dianggap menghasut kebencian terhadap Israel, kata kementerian pada Rabu malam yang lalu.
Avigdor Lieberman "menginstruksikan memanggil duta besar Turki di Israel untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat di departemen luar negeri sebagai bentuk protes atas disiarkannya serial televisi di negara tersebut yang dianggap menghasut kebencian terhadap Israel," kata pernyataan itu.
Pengumuman ini datang di tengah munculnya keretakan diplomatik antara kedua belah pihak yang telah menjadi sekutu regional, setelah Ankara melarang Israel untuk ikut berpartisipasi dalam latihan militer bersama pekan ini.
"Lieberman mengatakan bahwa serial televisi Turki merupakan hasutan yang mengarah pada tingkat yang paling parah dan dilakukan di bawah perlindungan negara," tambah pernyataan itu, tanpa memberikan rincian tentang serial yang mana yang dianggap menghasut.
Namun, siaran televisi Israel mengatakan bahwa serial TV tersebut sebagai serial TV Turki. Dalam satu adegan memperlihatkan tentara Israel yang sambil tersenyum menembak seorang gadis kecil dan dalam adegan lain diperlihatkan sebuah peluru yang ditembakkan oleh seorang tentara Israel dalam gerakan 'slow motion' terhadap anak Palestina yang lain.
"Serial TV ini tidak memiliki sedikitpun hubungan dengan realitas, yang menampilkan tentara (militer Israel) sebagai pembunuh anak-anak yang tidak berdosa, tidak layak disiarkan bahkan di negara musuh dan apalagi dalam sebuah negara yang memiliki hubungan diplomatik penuh dengan Israel," pernyataan itu menyimpulkan.
Komplain Israel terhadap serial TV Turki merupakan sebuah kegagalan kecil terbaru dalam hubungan diplomatik Israel dengan Turki.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Piala Dunia 2010 dan Ancaman Teroris
Jumat, 16/10/2009 07:55 WIB - Akankah Penjahat Perang Bosnia Itu Diadili?
Jumat, 16/10/2009 06:01 WIB - Pendeta Baru Obama Sebut Islam Sebagai Agama Kekerasan
Jumat, 16/10/2009 05:43 WIB - Dollar AS Semakin Babak Belur
Jumat, 16/10/2009 05:13 WIB - Pejabat Israel Tak Berani Lagi ke Eropa
Kamis, 15/10/2009 16:18 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




