Israel Nyatakan Jalur Ghaza Sebagai "Musuh", AS Mendukung, PBB Mengecam

Kamis, 20/09/2007 11:32 WIB | Arsip | Cetak

PBB mendesak Israel untuk membatalkan keputusannya, yang menyatakan Jalur Ghaza sebagai wilayah "Musuh."

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan, keputusan itu melanggar hukum internasional, karena hanya akan memperburuk kondisi rakyat Palestina yang selama ini sudah banyak mengalami kesulitan hidup.

Kantor Perdana Menteri Israel mengumumkan, bahwa berdasarkan persetujuan dari para menteri kordinator bidang keamanan kabinet Ehud Olmert, Jalur Ghaza dimasukkan dalam klasifikasi "Musuh", dengan demikian akan dilakukan berbagai pembatasan antara lain pembatasan impor barang dan pengurangan suplai bahan bakar untuk listrik ke Jalur Ghaza.

Israel melakukan kebijakan tersebut sebagai pembalasan atas serangan-serangan roket para pejuang Palestina. Dan kebijakan Israel itu mendapat dukungan dari induk semangnya, Amerika Serikat.

Sekjen PBB mengatakan, sekitar 1, 4 juta penduduk Ghaza, termasuk penduduk lanjut usia, anak-anak dan warga yang menderita sakit sudah sangat menderita dan tidak selayaknya dihukum karena tindakan kelompok yang oleh Sekjen PBB disebut sebagai para "militan dan ekstrimis" Palestina.

Ban Ki-moon menyatakan ia memahami kekhawatiran Israel atas situasi keamanan dalam negerinya. Namun, tukas Ban, Israel juga punya kewajiban terhadap warga sipil di Jalur Ghaza berdasarkan hukum kemanusiaan dan hak asasi internasional. Di sisi lain, Ban juga meminta agar tembakan-tembakan roket ke wilayah Israel dihentikan.

Israel merasa mendapat angin segar ketika Menlu AS Condoleezza Rice mendukung langkah yang diambilnya terhadap Jalur Ghaza. Rice menyatakan, negaranya memberikan dukungan karena Hamas juga "musuh" AS.

Namun Rice yang sedang melakukan kunjungan ke Timur Tengah untuk persiapan konferensi tingkat tinggi antara Israel-Palestina menyatakan, pihaknya tidak akan menelantarkan warga sipil tak berdosa di Ghaza dan akan melakukan berbagai upaya untuk membantu mereka.

Sementara itu, Hamas menilai pengumuman Israel bisa berkembang ke "deklarasi perang." Juru runding Palestina dan juru bicara pemerintahan di Tepi Barat Saeb Erekat menyatakan kebijakan Israel itu "ilegal, tidak sah dan akan sia-sia. "

Keputusan itu, ujarnya, merupakan hukuman kolektif dan persiapan Israel untuk memperluas serangan militernya terhadap rakyat Ghaza. Erekat menegaskan bahwa Israel sudah "benar-benar melanggar hukum internasional." (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang