Israel Ultimatum Kapal Bantuan Libya untuk Ubah Arah

Pemerintah Israel telah mengultimatum kapal bantuan Libya yang akan menuju Gaza pada tengah malam Selasa kemarin (13/7) untuk mengubah arah, dalam kontak radio dengan kapal, kata penyelenggara misi bantuan.
"Pemerintah Israel telah memberikan kita ultimatum sampai malam tengah malam ini untuk mengubah arah menuju ke pelabuhan El-Arish Mesir, jika tidak mereka mengancam akan mencegat perahu dengan angkatan laut mereka," kata Mashallah Zwei.
Zwei, anggota badan amal yang diselenggarakan oleh Yayasan Gaddafi kepada AFP melalui telepon satelit mengatakan bahwa Israel memberitahu permintaan kami akan "dipelajari sebelum jawaban diberikan."
Upaya terbaru untuk mematahkan blokade laut Israel di Gaza muncul enam minggu setelah serangan mematikan Israel terhadap kapal Mavi Marmara di mana sembilan aktivis Turki tewas.
Namun, dalam menanggapi perintah Israel untuk menuju El Arish, kapten kapal Libya dan kepala tim yayasan Gaddafi di kapal menegaskan bahwa tujuan kapal adalah menuju Gaza dan tidak ada tempat lain, kata juru bicara lembaga amal itu dalam sebuah pernyataan.
"Israel menghubungi kami dan mengancam akan mengirim kapal perang mereka untuk mencegat perahu dan mengawal kapal kami menuju ke pelabuhan Israel Asdod jika kita tidak mengubah arah kapal," kata Zwei sebelumnya.
"Kami menjelaskan kepada pihak berwenang Israel bahwa tujuan kami adalah Gaza dan kami di sini bukan untuk melakukan provokasi," kata Zwei.
"Kami juga menyebutkan bahwa kami hanya mengangkut bahan makanan dan obat-obatan dan kami meminta mereka untuk memeriksa muatan yang kami bawa menuju Gaza," katanya.
Di Israel, seorang jurubicara militer mengatakan bahwa mereka telah memulai "persiapan" untuk mencegah kapal Libya mencapai Jalur Gaza yang telah blokade laut di wilayah Palestina.
Kapal pengangukut barang sepanjang 92 meter (302 kaki) , Amalthea, meninggalkan pelabuhan Yunani pada hari Sabtu dan diharapkan tiba dari perairan teritorial ke Gaza pada hari Rabu, menurut yayasan Gaddafi .
Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan pada hari Minggu bahwa Israel tidak akan mengizinkan kapal Althea yang berganti nama menjadi Hope, untuk mencapai Jalur Gaza, wilayah yang dikuasai oleh gerakan Islam Hamas. (fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Irlandia Minta Uni Eropa Tutup Akses Data Bagi Israel
Rabu, 14/07/2010 07:42 WIB - Parvez Ahmed, Abdul Rasheed Dan Amerika
Rabu, 14/07/2010 06:50 WIB - Pangeran Saudi Itu Bekerja Sama Dengan Rupert Murdoch
Rabu, 14/07/2010 06:29 WIB - Menteri Luar Negeri Australia: Taliban Itu Ahli Dan Canggih!
Selasa, 13/07/2010 16:01 WIB - Mahasiswa Yahudi: Bakar Bendera Israel Bagian Dari Kebebasan Berpendapat
Selasa, 13/07/2010 15:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




