Jamaah Jihad Mesir Taubat, Rilis Revisi Kitab Agenda Jihad di Mesir

Forum Kajian Islam Al-Azhar menyetujui sepenuhnya isi kitab buah pikiran para eks tokoh Jama’ah Jihad di Mesir. Kitab yang berjudul “Tarsyiid al-amal al-jihadi fi mashr” (revisi agenda jihad di Mesir) itu merupakan bagian dari pertaubatan terbuka para mantan anggota Jamaah Jihad di Mesir, sebelum mereka dibebaskan dari penjara.
Syaikh Abdu Zahir Muhammad Abdur Raziq, direktur bidang Kajian, Karya Tulis, dan Tarjamah yang bertanggung jawab terhadap proses editing dan penyebaran kitab itu, menyatakan tidak ada perselisihan atau ganjalan yang disampaikan pihak Al-Azhar untuk isi buku tersebut.
“Kitab ini seperti dokumen aksi, tidak ada masalah di dalamnya. Isinya uraian tentang kemaslahatan antara Jamaah dan pemerintah, tidak ada hal yang rawan di dalamnya. Tidak benar bila dikatakan bahwa Al-Azhar meminta para aktifis Jamaah Jihad untuk tidak menyebarluaskan kitab yang menjadi referensi mereka itu, ” ujar Abdur Raziq.
Isi kitab itu, lanjutnya adalah pernyataan penyesalan para aktifis Jamaah Jihad Mesir terhadap aksi dan cara perjuangan yang mereka lakukan dengan menumpahkan darah, juga pengakuan adanya kesalahan mereka dalam memaknai jihad. Bila buku itu kelak dicetak dan disebarluaskan, maka hal itu adalah bentuk lain pengakuan bersalah mereka serta keinginan mereka untuk kembali ke jalan yang benar.
Sementara itu, menurut DR. Muhammad Mukhtar Mahdi, anggota Lembaga Kajian Islam Al-Azhar, kitab referensi bagi Jamaah Jihad itu merupakan konsumsi masyarakat umum. “Kesatuan visi adalah hal mendasar agar sebuah kebangkitan bisa berdiri di atas fondasi yang benar. Khususnya ada perbedaan pemikiran yang terjadi antara berbagai kelompok Islam yang kemudian bisa melemahkan umat Islam sendiri, ” ujarnya.
Ia melanjutkan, seharusnya tidak hanya Jamaah Jihad yang mengevaluasi dan merekonstruksi pemikiran terhadap apa yang dilakukan di masa lalu. Terlebih bila ada prinsip Islam yang dijadikan sumber pijakan, maka titik kekeliruan bisa terlihat dan bisa diluruskan. “Bila ada seseorang atau organisasi yang ingin mengevaluasi pemikirannya maka kembali kepada kebenaran itu tetaplah terpuji dalam Islam dan memang dianjurkan. Itulah yang Islam ajarkan kepada kita, ” urainya. (na-str/iol)
Lainnya (Arsip)
- Israel Tembak Pemuda Lumpuh di Nablus, Apa Dosa Pemuda Itu?
Kamis, 20/09/2007 05:03 WIB - Saudi Kampanye Anti-Rokok di Bulan Ramadhan
Rabu, 19/09/2007 17:56 WIB - Film Holocaust Versi Iran
Rabu, 19/09/2007 17:24 WIB - Intelejen Militer Israel Ancang-Ancang Sambut Operasi Besar-Besaran Hamas
Rabu, 19/09/2007 16:21 WIB - Kartunis Swedia Lars Vilks, Bersembunyi di Tempat Rahasia
Rabu, 19/09/2007 15:51 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




