Jamaah Jihad Mesir Taubat, Rilis Revisi Kitab Agenda Jihad di Mesir

Kamis, 20/09/2007 09:18 WIB | Arsip | Cetak

Forum Kajian Islam Al-Azhar menyetujui sepenuhnya isi kitab buah pikiran para eks tokoh Jama’ah Jihad di Mesir. Kitab yang berjudul “Tarsyiid al-amal al-jihadi fi mashr” (revisi agenda jihad di Mesir) itu merupakan bagian dari pertaubatan terbuka para mantan anggota Jamaah Jihad di Mesir, sebelum mereka dibebaskan dari penjara.

Syaikh Abdu Zahir Muhammad Abdur Raziq, direktur bidang Kajian, Karya Tulis, dan Tarjamah yang bertanggung jawab terhadap proses editing dan penyebaran kitab itu, menyatakan tidak ada perselisihan atau ganjalan yang disampaikan pihak Al-Azhar untuk isi buku tersebut.

“Kitab ini seperti dokumen aksi, tidak ada masalah di dalamnya. Isinya uraian tentang kemaslahatan antara Jamaah dan pemerintah, tidak ada hal yang rawan di dalamnya. Tidak benar bila dikatakan bahwa Al-Azhar meminta para aktifis Jamaah Jihad untuk tidak menyebarluaskan kitab yang menjadi referensi mereka itu, ” ujar Abdur Raziq.

Isi kitab itu, lanjutnya adalah pernyataan penyesalan para aktifis Jamaah Jihad Mesir terhadap aksi dan cara perjuangan yang mereka lakukan dengan menumpahkan darah, juga pengakuan adanya kesalahan mereka dalam memaknai jihad. Bila buku itu kelak dicetak dan disebarluaskan, maka hal itu adalah bentuk lain pengakuan bersalah mereka serta keinginan mereka untuk kembali ke jalan yang benar.

Sementara itu, menurut DR. Muhammad Mukhtar Mahdi, anggota Lembaga Kajian Islam Al-Azhar, kitab referensi bagi Jamaah Jihad itu merupakan konsumsi masyarakat umum. “Kesatuan visi adalah hal mendasar agar sebuah kebangkitan bisa berdiri di atas fondasi yang benar. Khususnya ada perbedaan pemikiran yang terjadi antara berbagai kelompok Islam yang kemudian bisa melemahkan umat Islam sendiri, ” ujarnya.

Ia melanjutkan, seharusnya tidak hanya Jamaah Jihad yang mengevaluasi dan merekonstruksi pemikiran terhadap apa yang dilakukan di masa lalu. Terlebih bila ada prinsip Islam yang dijadikan sumber pijakan, maka titik kekeliruan bisa terlihat dan bisa diluruskan. “Bila ada seseorang atau organisasi yang ingin mengevaluasi pemikirannya maka kembali kepada kebenaran itu tetaplah terpuji dalam Islam dan memang dianjurkan. Itulah yang Islam ajarkan kepada kita, ” urainya. (na-str/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang