Umat Islam AS Terpaksa Sewa Sinagog Selama Ramadhan

Rabu, 26/08/2009 08:19 WIB | Arsip | Cetak

Ledakan penduduk umat Islam di Amerika Serikat telah menyebabkan terjadinya kekurangan atas kebutuhan umat Islam terhadap masjid dan ruangan khusus untuk melaksanakan sholat, yang akhirnya memaksa umat Islam AS menyewa sinagog-sinagog Yahudi untuk dijadikan tempat sholat selama bulan suci Ramadhan ini.

Di Reston Virginia sebuah sinagog telah dibuka bagi umat Islam yang akan melaksanakan sholat selama bulan Ramadhan khususnya shalat tarawih, menurut surat kabar Washington Post. Ruangan ekstra bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat sangat dibutuhkan untuk mengakomodasi banyaknya umat Islam yang ingin melaksanakan sholat.

"Sama seperti anda yang memiliki bulan suci seperti Paskah Kristen, atau umat Yahudi dengan Hanukkah, kami umat Islam memiliki bulan suci yang kami sebut bulan Ramadhan," kata Imam Johari Abdul Malik direktur pada masjid Dar Al-Hijrah di gereja Falls kepada Washington Post.

Dengan Perkiraan jumlah Muslim di Amerika berkisar antara 2,5 dan 7 juta, populasi umat Islam telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 1990 berdasarkan sebuah studi di Trinity College, yang menjadi tantangan bagi umat Islam untuk mampu membangun masjid yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan umat Islam AS dalam persoalan ibadah sholat.

Jemaat Yahudi wilayah utara Virginia pernah sangat tergantung kepada ruangan yang ada di sebuah gereja Katolik sebelum Sinagog mereka dibangun. Rabbi Robert Nosanchuk mencatat bahwa "nabi Yesaya mengatakan bahwa rumah-rumah kita akan menjadi tempat ibadah semua orang. Sekarang, saya tidak tahu jika nabi Yesaya bisa membayangkan bahwa saat ini sinagog telah menjadi tempat ibadah umat Islam selama bulan Ramadhan, namun ide dasarnya berasal dari perkataan nabi Yesaya tersebut."

Umat Islam dilarang membungakan uang, sehingga sebagian besar jamaah umat Islam menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan sejumlah uang dalam bentuk tunai untuk menghindari adanya pembungaan uang di bank - yang dibutuhkan untuk membangun sebuah masjid, meskipun sebuah bangunan masjid di pinggiran Virginia harus kepenuhan setelah beberapa menit dibuka untuk para jamaah dan terpaksa harus menyewa ruang tambahan untuk memenuhi kebutuhan membludaknya jamaah.

Masjid yang dapat menampung 4000 jamaah seperti masjid Adams di Herndon telah mengalami peningkatan 13 kali lipat sejak tahun 2000 lalu, dan sampai sekarang belum mampu membangun ruangan tambahan dengan cepat secepat pertumbuhan jamaah masjidnya.

Ruangan hotel, aula pernikahan dan dua sinagog telah disewa untuk mengakomodasi umat Islam yang akan melaksanakan sholat Jumat.

Jamaah masjid Dar al-Hijrah yang dapat menampung 2000 orang terpaksa harus pindah ketempat lain untuk melaksanakan sholat karena keterbatasan ruangan.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang