Jamaah Tabligh Inggris Gagal Bangun Masjid "Raksasa"

Rencana Jamaah Tabligh Inggris untuk membangun sebuah masjid "raksasa" di dekat stadion Olympic 2012 terpaksa harus gagal setelah pihak berwenang setempat pada Senin kemarin (18/1) mengatakan bahwa kelompok Islam yang berencana membangun masjid tersebut, terlambat untuk mengajukan aplikasi perencanaan tepat pada waktunya.
Jamaah Tabligh, sebuah kelompok dakwah yang berakar dari India, ingin membangun sebuah kompleks masjid dengan ruangan yang bisa memuat sekitar 12.000 jamaah di timur kota London yang akan menjadi "hub" bagi atlit muslim dan para penonton di Olimpiade nanti.
Namun sayangnya kelompok ini terlambat mengajukan aplikasi perencanaan yang harusnyanya jatuh pada bulan ini ke otoritas lokal London, dan kini terpaksa pihak berwenang London memberi peringatan untuk harus menutup masjid itu beroperasi untuk sementara waktu di lokasi pembangunan pada hari Kamis depan.
Sejak jamaah tabligh Inggris berencana untuk membangun masjid "raksasa" tersebut pada tahun 2007, sekitar 48.000 oramh telah mengajukan petisi ke pemerintah kota London untuk membatalkan serta mencegah pembangun masjid tersebut.
Meskipun Jamaah Tabligh yang mulai bergerak pertama kali di India pada masa kolonialisem Inggris dan menyatakan gerakan mereka apolitis, namun para penentang rencana pembangunan masjid telah menyatakan kekhawatiran atas interpretasi ketat kelompok tersebut terhadap Islam.
Seorang juru bicara Dewan Newham setempat mengatakan: "Dewan memiliki tanggung jawab untuk bersikap rasional dalam kasus seperti ini dan pembangunan (masjid) harus didorong untuk mengajukan strategi jangka panjang untuk dibangun serta harus diidentifikasi memiliki peluang pengembangan yang signifikan bagi masyarakat setempat.
"Dan hal ini tidak terjadi."
"Sementara izin perencanaan berakhir pada 31 Oktober 2006 dan sejak saat itu setiap kegiatan pembangunan masjid dianggap telah melanggar hukum.
"Kepercayaan ini diberikan perpanjangan sampai Januari untuk menyerahkan rencana induk untuk pembangunan masjid, meskipun telah gagal memenuhi waktu yang telah ditetapkan."
Seorang juru bicara Dewan Muslim Inggris mengatakan Jamaah Tabligh telah "mengalami tindakan yang tidak adil."
"Kami berharap bahwa mereka akan dapat bekerja sama dengan dewan setempat jika mereka berkeinginan untuk membuka sebuah masjid di wilayah itu," kata juru bicara Dewan Muslim Inggris, Inayat Bunglawala.
Dia menambahkan: "Jamaah Tabligh tidak memiliki hubungan dengan terorisme. Mereka telah mengalami beberapa perlakuan yang tidak adil.(fq/aby)
Lainnya (Arsip)
- Taliban Serang Jantung Kota Kabul
Senin, 18/01/2010 18:10 WIB - Masyarakat Inggris Setuju Blair Diperiksa Sebagai Penjahat Perang Irak
Senin, 18/01/2010 16:36 WIB - Istanbul, Ibukota Kebudayaan Eropa dan Tergerusnya Budaya Islami
Senin, 18/01/2010 15:45 WIB - Unjuk Rasa di Libanon: Mubarak Agen Israel dan AS
Senin, 18/01/2010 12:46 WIB - Pemerintah Yaman: Menyerahlah, Imam Anwar!
Senin, 18/01/2010 11:55 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




