Jelang Natal, Rabi Israel Larang Simbol Kristen di Hotel dan Tempat Hiburan

Kamis, 24/12/2009 07:11 WIB | Arsip | Cetak

Pimpinan kerabian Israel (lembaga tertinggi agama Yahudi) menuntut agar tempat-tempat hiburan untuk tidak memajang dan membuat dekorasi berupa simbol-simbol agama Kristen dalam menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang.

Dalam edisi Selasa 22/12/2009, harian Israel "Yediot Ahronot" Kepala Kerabian Israel menyerukan agar hotel, restoran dan kafe yang berada di Israel untuk tidak menampilkan simbol-simbol agama Kristen seperti pohon Natal dan mainan "Santa Claus" menjelang perayaan hari Natal dan Tahun Baru Hari di akhir minggu ini.

Akibat adanya seruan dari pimpinan rabi Israel yang melarang hal itu, telah menimbulkan kecaman dan kemarahan umat kristen di seluruh dunia, sejumlah surat protes dilayangkan kepada kementrian luar negeri Isreal atas seruan tersebut.

Kementrian luar negeri Israel juga menerima surat protes dari duta besar Vatikan di Israel termasuk surat protes dari lembaga-lembaga dan media-media yang ada di seluruh dunia termasuk kecaman dari anggota kongres AS yang mengecam Duta Besar Israel di Washington, Michael Oren.

Sebagai respons atas permintaan dari Departemen Luar Negeri, Direktur Jenderal Kantor Kepala Kerabian Wiener Oded mengatakan: "ini tidak berbicara tentang larangan, namun hanya sebuah rekomendasi" untuk tidak menampilkan simbol-simbol agama Kristen menjelang datangnya natal dan tahun baru."

Yang menariknya lapor surat kabar Yediot Aharonot - bahwa setiap tahun hampir delapan ribu diplomat yang berada di Israel menerima pohon cemara yang akan dihias pada waktu hari natal dari Kementerian Luar Negeri Israel .

Sejak dahulu wilayah Israel dan Palestina merupakan tempat wisata rohani bagi umat Kristen dari seluruh dunia untuk mengunjungi Tanah Suci.

Pada hari-hari menjelang natal setiap tahunnya, para pendeta Yahudi aktif menyerukan untuk melarang pemajangan simbol-simbol agama Kristen di hotel-hotel dan tempat-tempat hiburan, dan memberikan tekanan pada tempat-tempat tersebut melalui sebuah ancaman untuk menarik sertifikat "Halal" dan menyerukan umat Yahudi untuk memboikot mereka, jika mereka tidak mentaati seruan larangan tersebut.(fq/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang