Jerman Izinkan Adzan Masjid dengan Pengeras Suara

Salah satu kota di Jerman - kota Rendsberg, membolehkan masjid di sana untuk menyuarakan panggilan adzan lewat pengeras suara, meskipun mendapat penentangan dari sebagian warga di kota tersebut.
Walikota Rendsberg Andreas Breitner yang berasal dari partai sosialis demokratik menyatakan bahwa tidak ada alasan hukum untuk melarang umat Islam dengan masjidnya menyuarakan adzan lewat pengeras suara.
Proyek suara adzan lewat pengeras suara ini sendiri juga di dukung oleh Islamic Center yang mengelola masjid di kota itu, meskipun di bawah bayang-bayang kritikan dan kecaman dari sekelompok masyarakat yang katanya merasa terganggu dengan suara adzan yang berkumandang lima kali sehari.
Kelompok masyarakat di kota Rendsberg yang menentang diperbolehkannya suara adzan dari masjid lewat pengeras suara, telah melakukan kampanye penolakan mereka, dan sejauh ini mereka telah mengumpulkan lebih dari 800 tanda tangan warga yang menolak suara adzan tersebut, seperti dilaporkan AFP.
Walikota Rendsberg menyatakan sebuah kajian membuktikan bahwa suara adzan yang dianggap sekelompok warga mengganggu itu, ternyata tidak lebih berisik dari suara siaran televisi atau radio maupun burung-burung berkicau, katanya menegaskan.
Dia menambahkan: "Warna kulit dan perbedaan ras atau agama, tidak ada hubungan dan memainkan peran apapun dalam pengambilan keputusan yang membolehkan suara adzan lewat pengeras suara. Dan kami cukup puas dengan hal itu."
Masjid di kota Rendsberg berdiri di wilayah yang berpenduduk 28 ribu orang, terletak 100 km dari kota Hamburg. Masjid yang diresmikan pada musim gugur tahun 2009 ini sendiri merupakan masjid terbesar di Schlewig-Holstein dengan memiliki menara setinggi 26 meter.(fq/imo)
Lainnya (Arsip)
- Tim Sepak Bola Mesir, Cuekin Undangan Tanding dari Tim Israel
Rabu, 03/02/2010 13:24 WIB - Pengangguran Semakin Tajam di Amerika
Rabu, 03/02/2010 13:08 WIB - Alasan Sesungguhnya Mengapa Mereka Berada Di Afghanistan
Rabu, 03/02/2010 13:08 WIB - Imam Abdullah Ditembak Lebih Dari 20 Kali oleh FBI
Rabu, 03/02/2010 11:50 WIB - Pentagon Cabut Larangan Homoseks dan Lesbian di Kemiliteran AS
Rabu, 03/02/2010 10:24 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




