Jerman Izinkan Adzan Masjid dengan Pengeras Suara

Rabu, 03/02/2010 13:52 WIB | Arsip | Cetak

Salah satu kota di Jerman - kota Rendsberg, membolehkan masjid di sana untuk menyuarakan panggilan adzan lewat pengeras suara, meskipun mendapat penentangan dari sebagian warga di kota tersebut.

Walikota Rendsberg Andreas Breitner yang berasal dari partai sosialis demokratik menyatakan bahwa tidak ada alasan hukum untuk melarang umat Islam dengan masjidnya menyuarakan adzan lewat pengeras suara.

Proyek suara adzan lewat pengeras suara ini sendiri juga di dukung oleh Islamic Center yang mengelola masjid di kota itu, meskipun di bawah bayang-bayang kritikan dan kecaman dari sekelompok masyarakat yang katanya merasa terganggu dengan suara adzan yang berkumandang lima kali sehari.

Kelompok masyarakat di kota Rendsberg yang menentang diperbolehkannya suara adzan dari masjid lewat pengeras suara, telah melakukan kampanye penolakan mereka, dan sejauh ini mereka telah mengumpulkan lebih dari 800 tanda tangan warga yang menolak suara adzan tersebut, seperti dilaporkan AFP.

Walikota Rendsberg menyatakan sebuah kajian membuktikan bahwa suara adzan yang dianggap sekelompok warga mengganggu itu, ternyata tidak lebih berisik dari suara siaran televisi atau radio maupun burung-burung berkicau, katanya menegaskan.

Dia menambahkan: "Warna kulit dan perbedaan ras atau agama, tidak ada hubungan dan memainkan peran apapun dalam pengambilan keputusan yang membolehkan suara adzan lewat pengeras suara. Dan kami cukup puas dengan hal itu."

Masjid di kota Rendsberg berdiri di wilayah yang berpenduduk 28 ribu orang, terletak 100 km dari kota Hamburg. Masjid yang diresmikan pada musim gugur tahun 2009 ini sendiri merupakan masjid terbesar di Schlewig-Holstein dengan memiliki menara setinggi 26 meter.(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang