Jerman Fobia dengan Ekonomi Syariah

Senin, 24/11/2008 13:03 WIB | Arsip | Cetak

Tidak seperti negara-negara Eropa lainnya yang mulai terbuka dengan industri keuangan syariah, Jerman masih takut untuk menerima konsep ekonomi syariah di negaranya. Padahal di tengah krisis ekonomi yang melanda dunia sekarang ini, negara-negara Barat mulai mengkaji dan melirik konsep syariah untuk diterakan dalam sistem perekonomian mereka.

Menurut Presiden Institute for Islamic Banking and Finance di Frankfurt, Zaid el-Mogaddedi, Jerman terutama para politisinya masih bersikap hati-hati dengan segala hal yang berhubungan dengan syariah Islam. Mereka menuding sistem ekonomi syariah rapuh dan terkadang kurang transparan.

Survei Deutsche Bank tahun 2007 menyebutkan bahwa industri keuangan Islam berdasarkan pada perdagangan komoditas yang dilakukan lewat perantaran sehingga tidak bisa dipercaya. Sedangkan menurut peneliti keuangan Islam dan Presiden Universitas Philipps di Marburg, Volker Nienhaus, minimnya investasi pengusaha-pengusaha Muslim di Jerman menjadi salah satu faktor tidak berkembangnya industri keuangan syariah di negeri itu.

"Tidak seperti di Inggris, tidak banyak keluarga-keluarga kaya dari kawasan Teluk yang menetap di Jerman," kata Nienhaus.

Ia mengatakan mayoritas Muslim Jerman yang kebanyak asal Turki, juga menyimpan uangnya di bank-bank konvesional. Saat ini ada sekitar 3,2 juta Mulism di Jerman dan lebih dari setengahnya keturunan Muslim Turki.

Meski di Jerman sendiri industri keuangan syariah belum ada, beberapa bank Jerman di luar negeri sudah menawarkan produk-produk yang berbasiskan syariah. Deutsche Bank misalnya, sejak tahun 2005 sudah menyediakan produk sukuk atau surat obligasi negara syariah, bekerjasama dengan bank-bank Saudi. Di Bahrain, Dresdner Kleinwort, anak perusahaan Dresdner Bank juga sudah mengeluarkan produk yang sama sejak tahun 2007. Investasi-investasi dari negara Arab di Jerman, kebanyakan ditanamkan di sektor properti, bukan di industri keuangan.

Industri keuangan syariah kini mulai tumbuh hampir di seluruh dunia. Saat ini sudah ada sekitar 300 bank dan institusi keuangan Islami di seluruh dunia dengan pertumbuhan asset diperkirakan akan mencapai 1 triliun dollar pada tahun 2013 mendatang. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang