Ketika Rakyat Iraq Merindui Saddam
Saddam Hussein masih bernilai mahal dan dipuja di Irak, tiga tahun setelah ia dikirim ke tiang gantungan.
Bila Anda melihat polisi Irak memberi hormat kepada makam Saddam Hussein, Anda mulai menyadari betapa jauh lebih baik Iraq ketika dipimpin oleh Saddam dibandingkan sekarang ini.
Satu keluarga tiba di pemakaman Saddam. Seorang wanita berseru, "Abu Oday, di mana Anda? Aku berharap kau ada di sini. Karena Anda telah pergi, kita telah dipermalukan." Tidak diragukan lagi ada banyak orang di Irak yang senang bahwa Saddam tidak lagi berkuasa. Tetapi ada orang-orang yang telah kehilangan kepercayaan pada masa depan dan dibayangi masa lalu.
Pemilu mendatang seharusnya dipergunakan untuk membentuk masa depan Irak, tetapi ada banyak rakyat Iraq yang sudah kehilangan harapan. Raji Khodr adalah salah satu polisi di Irak, ia bergabung dengan militer pada tahun 2003. Tapi tampaknya kesetiaannya hanya milik Saddam. Untuk Raji yang berusia 27 tahun, Saddam Hussein masih pemimpinnya. Irak, katanya, tidak akan pernah menjadi sama lagi. "Sampai sekarang, saya tidak melihat masa depan Irak," katanya. "Apa yang saya rasa... saya kehilangan harapan."
Pemilu Iraq terancam boikot sana-sini. Memang, mau memilih apa, sedangkan kematian masih tetap menjadi nama tengah rakyat Iraq? (sa/islamicawakening)
Lainnya (Arsip)
- Muslim Moro dan Philipina Kembali ke Meja Perundingan
Selasa, 08/12/2009 17:03 WIB - Ledakan Bom Menewaskan 77 Orang di Bagdad
Selasa, 08/12/2009 16:41 WIB - Muslim Denmark Skeptis Soal Partai Islam
Selasa, 08/12/2009 15:47 WIB - Masih Adakah Figur Menarik Untuk Timur Tengah?
Selasa, 08/12/2009 15:42 WIB - Warga Somalia Menolak Al-Shabab
Selasa, 08/12/2009 14:57 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




