"John Doe 16" Ajukan Gugatan Hukum Tehadap Paus Vatikan

Jumat, 23/04/2010 12:47 WIB | Arsip | Cetak

Seorang korban pedofilia yang diduga dilakukan oleh seorang pendeta di AS, mengggugat Paus Benediktus XVI ke pengadilan. Korban yang dalam gugatannya menyebut dirinya "John Doe 16" asal Illinois itu pernah menulis surat pada seorang pejabat Vatikan tentang kasus ini.

Surat itu ditulisnya pada tanggal 5 Maret 1995, ditujukan pada Menteri Luar Negeri Vatikan ketika itu, Angelo Sodano. Dalam suratnya, "John Doe 16" melaporkan Pendeta Lawrence Murphy yang dituding telah melakukan pelecehan seksual terhadap dirinya selama bertahun-tahun.

Belakangan kasus pedofilia yang dilakukan oleh Pendeta Murphy di AS ini terungkap. Ia diduga melakukan pelecehan seks terhadap 200 anak lelaki tuna rungu di sebuah sekolah di Wisconsin antara tahun 1950-1974. Murphy sendiri sudah meninggal pada tahun 1998.

Setelah menerima pengaduan itu, pihak Vatikan diyakini sudah menangani kasus ini berdasarkan surat yang dikirim Keuskupan Milwaukee, Rembert Weakland pada bulan Juli 1996. Tapi kasus Pendeta Murphy dibuka kembali, setelah ditemukan dokumen-dokumen baru belum lama ini, yang menunjukkan bahwa kantor Vatikan yang ketika itu dipimpin oleh Kardinal Joseph Ratzinger-Pau sekarang-tidak memberikan sanksi terhadap Murphy.

"John Doe 16" mengatakan, ia dan pengacaranya akan mencoba memaksa Gereja Katolik untuk membuka dokumen-dokumen yang dirahasiakan terkait penyelidikan yang dilakukan internal yang dilakukan Vatikan terhadap para pendetanya yang melakukan pelecehan seksual.

Terungkapnya kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual di gereja Katolik, membuat Vatikan menghadapi tekanan kuat dari masyarakat dunia. Sejauh ini, Paus sebagai pimpinan tertinggi umat Katolik hanya berjanji akan menindak para pendeta yang melakukan pelanggaran itu. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang